Kompas.com - 04/06/2019, 11:13 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama instansi terkait telah mempersiapkan strategi pengamanan arus balik Lebaran 2019 yang diprediksi mencapai puncaknya pada 7-9 Juni 2019.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub bersama Kakorlantas Polri dan Jasa Marga telah menggelar rapat terkait persiapan tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, setidaknya ada enam strategi yang disiapkan dalam arus balik Lebaran.

"Rambu-rambu di akses masuk rest area harus sudah terpasang sebelum pelaksanaan one way arus balik, yakni sebelum 7 Juni. Penambahan mobile toilet termasuk kanopi pelindung untuk antrean toilet harus dipenuh," kata Budi dalam siaran persnya, Selasa (4/6/2019).

Baca juga: Puncak Arus Balik Mudik Lebaran 2019 Diprediksi 8 dan 9 Juni

Budi menjelaskan, guna mengantisipasi mobil mogok di jalan tol, BUJT (Badan Usaha Jalan Tol) diminta menambah mobil Layanan Jalan Tol (mobil patroli) dan menempatkan mobil derek serta menempatkan bengkel Agen Pemegang Merk (APM) di rest area tipe A sebelum 7 Juni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, menempatkan informasi call center bantuan darurat yang dapat dihubungi setiap saat dan ditempatkan di bawah rambu dan tempat strategis. Juga disiagakan fasilitas mesin pembaca kartu uang elektronik dan EDC.

"Gerbang Tol Palimanan merupakan gerbang tol pembayaran cluster 2 dan tapping cluster 1, sehingga perlu adanya penambahan mobile reader dari 28 unit menjadi 38 unit dan EDC dari 2 menjadi 12 di GT Palimanan," jelasnya.

Baca juga: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Kereta Api

"Waktu pelaksanaan one way 7 Juni sampai 10 Juni, dimulai pukul 12.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama. Selanjutnya diberlakukan contraflow dari KM 70-KM 65 atau sesuai dinamika di lapangan dengan pertimbangan dari Kepolisian," tambahnya.

Budi mengungkapkan, setelah beberapa arus mudik, pihaknya sudah mengetahui ada kebiasaan masyarakat berangkat setelah Maghrib. Sehingga, saat perjalanan di jalan tol mereka sudah kelelahan.

"Saat tengah malam atau pagi hari rest area menjadi permasalahan. Dengan diberlakukannya one way, kita mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan mulai salat subuh sehingga perjalanan siang atau sore masuk Jakarta. Karena perjalanan tengah malam, rest area penuh sehingga mereka istirahat di bahu jalan. Dampaknya adalah hambatan di rest area,” ungkapnya.

Baca juga: Jelang Masa Angkut Lebaran, Ini Kesiapan AP II Hingga Arus Balik

Kerena itu, Budi mengimbau agar masyarakat juga mengatur waktu kepulangan mereka.

“Pulanglah lebih awal, misalnya tanggal 7 Juni. Jamnya juga harus diatur sehingga kalau perjalanan pagi hari maka tidak ada terlalu mengantuk,” paparnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.