Mudikonomic: Kemeriahan Rakyat dan Kegembiraan Investor

Kompas.com - 04/06/2019, 13:24 WIB
Sejumlah pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (10/6/2018). Puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen diperkirakan jatuh pada 13 Juni 2018 atau H-2 Idul Fitri.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Sejumlah pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (10/6/2018). Puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen diperkirakan jatuh pada 13 Juni 2018 atau H-2 Idul Fitri.

MUDIK atau pulang kampung saat Lebaran sudah menjadi tradisi masif di Indonesia. Biasanya, kota-kota besar adalah titik berangkatnya dan kampung halaman berposisi sebagai tujuan.

Menurut Kementerian Perhubungan, diperkirakan sekitar 23 juta manusia akan bergerak ke kampung halamannya masing-masing pada Lebaran tahun 2019 ini. Angka tersebut diyakini mengalami kenaikan sekitar 1,4 juta dibanding Lebaran tahun lalu.

Pun ada macam-macam moda transportasi yang digunakan, mulai dari bus, kapal laut, kereta api, pesawat terbang, sepeda motor, dan mobil-mobil pribadi.

Semuanya otomatis memperketat arus mobilitas di jalur masing-masing. Akan ada peningkatan signifikan di jalur perjalanan darat, kereta api, kapal laut, walaupun di jalur udara diperkirakan tidak terlalu signifikan karena faktor harga tiket yang menggila.

Lain pula cerita dari Kementerian Pariwisata. Menurut Kemenpar, saat Ramadhan terjadi penurunan wisatawan Nusantara (wisnus) sekitar 50 persen. Biasanya, tercatat rata-rata pergerakan wisnus per bulan sebesar 20 juta, tetapi saat Ramadhan turun menjadi 10 juta.

Namun, memasuki liburan Idul Fitri, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 20 juta, sehingga periode Ramadhan-Lebaran bisa terjadi pegerakan 30 juta wisnus atau naik 150 persen.

Lalu terjadi pergerakan uang selama Ramadhan-Lebaran yang diperkirakan Rp 800.000 per orang untuk sekali kunjungan atau diperkirakan ada Rp 200 triliun dari 20 juta pergerakan wisatawan.

Adapun catatan dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada H-7 lalu cukup optimistis menggambarkan betapa signifikannya pergerakan transportasi jelang Lebaran.

Ada 57.405 kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama jalur Jakarta-Cikampek pada H-7 Lebaran atau Rabu (29/05/2019) malam.

Menurut Jasa Marga, jumlah tersebut naik sebesar 144,44 persen dari lalu lintas harian (LHR) normal, yakni sebesar 23.484 kendaraan.

Begitu pula dengan tol Trans-Sumatera dari Bakauheni Lampung menuju Kayu Agung Palembang yang sudah beroperasi pada arus mudik Lebaran 2019 ini. Menurut catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), per hari ada sekitar 4.000 kendaraan yang melintas sejak 29 Mei 2019 lalu di tol Trans-Sumatera.

Padahal, biaya bagi pengguna jalan tol tidaklah murah, apalagi jalan tol Trans-Jawa yang Lebaran tahun ini sudah beroperasi. Hasil perhitungan kasar, rata-rata tarif tol Trans-Jawa adalah Rp 2.264,6/km.

Halaman:



Close Ads X