Jannus TH Siahaan
Doktor Sosiologi

Doktor Sosiologi dari Universitas Padjadjaran. Pengamat sosial dan kebijakan publik. Peneliti di Indonesian Initiative for Sustainable Mining (IISM).  Pernah bekerja di industri pertambangan.

Mudikonomic: Kemeriahan Rakyat dan Kegembiraan Investor

Kompas.com - 04/06/2019, 13:24 WIB
Sejumlah pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (10/6/2018). Puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen diperkirakan jatuh pada 13 Juni 2018 atau H-2 Idul Fitri. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISejumlah pemudik memadati Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (10/6/2018). Puncak arus mudik di Stasiun Pasar Senen diperkirakan jatuh pada 13 Juni 2018 atau H-2 Idul Fitri.

Namun, kesan kurang baik masih terasa di sini, di mana seolah pemerintah kesulitan dalam mengatasi mahalnya harga tiket pesawat, baik karena faktor duopoli bisnis penerbangan..

Ini terjadi karena memang ada beberapa kenaikan dalam biaya operasi maskapai penerbangan, tapi di sisi lain, pemerintah terkesan sedang mengarahkan sentimen positif kepada bisnis yang melekat pada proyek-proyek infrastruktur seperti jalan tol.

Hal sebaliknya terjadi pada moda transportasi udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Kemenhub mencatat, hingga Rabu (29/5/2019) siang atau H-7 Lebaran, terjadi penurunan drastis pada tingkat pergerakan pesawat maupun jumlah penumpang pesawat. Pemantauan dilakukan pada 34 bandara yang sudah melapor ke posko pusat dari total 36 bandara yang seharusnya masuk ke dalam daftar.

Dari data hingga pukul 14.11 WIB H-7, kedatangan pesawat turun 73,43 persen dari 2.264 pada 2018 menjadi 601 penerbangan tahun ini.

Selain itu, terjadi penurunan jumlah penumpang sebanyak 83,01 persen dari 291.704 orang menjadi 49.564 orang.

Keberangkatan pesawat juga turun 66,45 persen dari 2.274 menjadi 763, dengan jumlah penumpang turun 76,94 persen dari 289.522 menjadi 66.766.

Bagi bisnis penerbangan yang hanya dikuasai oleh duopoli raksasa, penurunan jumlah penumpang terasa tidak terlalu mengkhawatirkan jika ada pembiaran kenaikan harga tiket yang luar biasa tinggi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sinilah poin utama persoalannya. Kenaikan harga tiket yang secara data berakibat pada penurunan jumlah penumpang, berimplikasi positif dengan data kenaikan jumlah pengguna jalur darat, terutama pengguna jalan berbayar di Trans-Jawa dan Trans-Sumatera.

Implikasi lainnya, yang masih hangat di telinga kita, kenaikan harga tiket pesawat akan memungkinkan opsi pemain asing untuk masuk di bisnis penerbangan nasional, sama seperti pemain asing yang telah lebih dulu masuk di proyek kemitraan infrastruktur.

Dengan lain perkataan, pemerintah lebih banyak menggunakan wewenangnya untuk menyelesaikan masalah yang ada untuk memasukan berbagai macam kepentingan yang kurang signifikan terhadap substansi persoalan, yakni kepentingan rakyat banyak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.