Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perang Dagang Bikin Modal Rp 208,1 Triliun Kabur dari Negara Berkembang

Kompas.com - 04/06/2019, 17:43 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor

NEW YORK, KOMPAS.com - Perang dagang antara AS-China menyebabkan gejolak di pasar saham domestik selama lebih dari setahun. Kondisi ini pun menyebabkan investor melarikan dananya dari negara-negara berkembang.

Dilansir dari Business Insider, Selasa (4/6/2019), aliran modal asing keluar sebesar 14,6 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 208,1 triliun sepanjang bulan Mei 2019. Ini adalah aliran modal asing keluar terbesar secara bulanan sejak Juni 2013.

Hal tersebut berdasarkan laporan yang dirilis Institute of International Finance (IIF).

"Ketegangan perdagangan antara AS dan China menyebabkan penurunan tajam aliran modal asing ke negara berkembang," tulis ekonom IIF Jonathan Fortun dan Greg Basile.

Baca juga: Perang Dagang Makin Panas, China Salahkan AS

Penemuan tersebut tidak hanya menggarisbawahi ketegangan perdagangan antara AS dan mitra-mitra dagangnya, namun juga gejolak secara meluas yang terasa di pasar finansial global dalam beberapa bulan terakhir.

Laporan tersebut pun dirilis bersamaan dengan pengumuman Presiden AS Donald Trump beberapa waktu lalu terkait rencana penerapan tarif sebesar hingga 25 persen terhadap barang-barang dari Meksiko. Tarif tersebut dikenakan hingga permasalahan imigrasi ilegal diselesaikan.

Baca juga: Babak Baru Perang Dagang AS-China Dimulai

Para ekonom IIF juga mencatat perbedaan yang sangat kontras pada aliran ekuitas dan utang ke negara-negara berkembang sepanjang bulan Mei 2019. IIF menyatakan, aliran modal asing keluar dari pasar saham global meluas dan tidak terbatas hanya pada negara-negara tertentu.

"Terlihat dana asing keluar dari negara-negara berkembang di luar China mencapai 7,4 miliar dollar AS (atau setara sekira Rp 105,5 triliun), sementara aliran modal asing keluar dari pasar ekuitas China mencapai 7,2 miliar dollar AS (setara sekira Rp 102,6 triliun), menunjukkan secara umum terjadi aliran modal asing keluar dari keseluruhan negara berkembang," kata para ekonom IIF.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

4 Tips Kelola Keuangan untuk Pasangan Modern

4 Tips Kelola Keuangan untuk Pasangan Modern

Whats New
Hingga 2040, Kebutuhan Gas untuk Pembangkit Listrik Diproyeksi Terus Meningkat

Hingga 2040, Kebutuhan Gas untuk Pembangkit Listrik Diproyeksi Terus Meningkat

Whats New
50.000 Wisatawan ke Bali, Sandiaga: Perputaran Ekonomi World Water Forum Bisa Rp 1,5 Triliun

50.000 Wisatawan ke Bali, Sandiaga: Perputaran Ekonomi World Water Forum Bisa Rp 1,5 Triliun

Whats New
Biomassa Batang Singkong dan Karet Dikembangkan di Lampung

Biomassa Batang Singkong dan Karet Dikembangkan di Lampung

Whats New
LPEI Luncurkan Program CRDP untuk Putra-putri Terbaik yang Ingin Berkontribusi pada Ekspor Nasional

LPEI Luncurkan Program CRDP untuk Putra-putri Terbaik yang Ingin Berkontribusi pada Ekspor Nasional

Whats New
Equity Life dan BJB Hadirkan Asuransi Multi Protection, Apa Manfaatnya?

Equity Life dan BJB Hadirkan Asuransi Multi Protection, Apa Manfaatnya?

Whats New
KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Panjang Waisak

KCIC Operasikan 48 Perjalanan Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Panjang Waisak

Whats New
Lewat Inovasi ICT, Anak Usaha Semen Indonesia Bidik Potensi Akuisisi Pelanggan Baru

Lewat Inovasi ICT, Anak Usaha Semen Indonesia Bidik Potensi Akuisisi Pelanggan Baru

Whats New
Sistem Pengolah Sampah Jangjo Atasi Limbah Mal dan Perumahan di Jakarta

Sistem Pengolah Sampah Jangjo Atasi Limbah Mal dan Perumahan di Jakarta

Whats New
Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Catat, Ini Jadwal Seleksi SPMB PKN STAN 2024

Whats New
Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Sistem Perpajakan yang Kompleks Jadi Tantangan Korporasi untuk Bayar Pajak

Whats New
DAMRI Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

DAMRI Buka Rute Baru Ciputat ke Bandara Soekarno-Hatta, Simak Jam Operasionalnya

Whats New
Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Indonesia Terus Kurangi Ketergantungan terhadap Dollar AS, Ini Buktinya

Whats New
Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen meski Catatkan Laba Bersih pada 2023

Garuda Indonesia Tak Bagikan Dividen meski Catatkan Laba Bersih pada 2023

Whats New
Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Injourney Airports Layani 49,7 Juta Penumpang Sepanjang Januari-April 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com