KILAS

Awas, Banyak Pupuk dan Pestisida Palsu

Kompas.com - 05/06/2019, 08:01 WIB
Terlihat seorang buruh sedang mengangkut Pupuk Bersubsidi di Ciamis, Jawa Barat. Dok. Humas Kementerian Pertanian RITerlihat seorang buruh sedang mengangkut Pupuk Bersubsidi di Ciamis, Jawa Barat.

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian mengimbau para petani tetap waspada terhadap peredaran pupuk dan pestisida palsu. 

Pasalnya, peredaran pupuk dan pestisida palsu terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Oknum kasus peredaran pupuk dan pestisida palsu yang sempat marak terjadi di Kota Brebes beberapa waktu lalu akhirnya tertangkap.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy melalui rilis yang diterima oleh Kompas.com, Selasa (4/6/2019).

Sarwo mengatakan kasus tersebut merupakan kasus perorangan dengan membuat ramuan sendiri.

"Meskipun oknumnya sudah ada yang diproses hukum, namun petani perlu waspada terhadap pupuk dan pestisida palsu. Kalau tidak bisa mengalami gagal panen," ujar dia.

Sarwo menyarankan para petani untuk berkonsultasi ke penyuluh agar terhindar dari penggunaan pupuk dan pestisida palsu.

Beredarnya pupuk dan pestisida palsu yang tidak sesuai standar komponen dari Kementan akan berdampak pada pertumbuhan tanaman.

"Dampak dari pestisida tersebut menimbulkan kematian pada tanaman. Dan akhirnya banyak petani di Brebes mengalami kerugian," jelas Sarwo.

Masalah Pupuk Bersubsidi

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X