Kompas.com - 07/06/2019, 10:12 WIB
Sejumlah penumpang turun dari Kereta Api (KA) di Stasiun (KA) Madiun, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). Pada H-2 Lebaran 2019 bertepatan Senin (3/6/2019) yang diperkirakan merupakan puncak arus mudik Lebaran, Stasiun KA Madiun dipadati penumpang. ANTARA FOTO/SISWOWIDODO Sejumlah penumpang turun dari Kereta Api (KA) di Stasiun (KA) Madiun, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). Pada H-2 Lebaran 2019 bertepatan Senin (3/6/2019) yang diperkirakan merupakan puncak arus mudik Lebaran, Stasiun KA Madiun dipadati penumpang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perayaan Idul Fitri dengan tradisi mudiknya dinilai menjadi puncak perputaran uang terbesar di Indonesia. Nah berapakah perputaran uang ke daerah tujuan mudik Lebaran tahun ini?

Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan potensi perputaran uang ke daerah pada mudik tahun ini mencapai Rp 9,7 triliun. Hal ini dihitung berdasarkan data jumlah pemudik Lebaran 2019.

Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2019 dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mencapai 14,9 juta orang.

Khusus DKI Jakarta, jumlah pemudik diperkirakan mencapai 7.346.430 jiwa atau setara dengan 2.448.810 keluarga. Jumlah ini naik sebesar 4 persen dari jumlah pemudik tahun 2018 sebesar 7.063.875 jiwa.

Baca juga: Angka Kecelakaan Turun, Mudik Tahun Ini Dianggap Berhasil

"Jika setiap rumah tangga kita rata ratakan membawa uang paling minim Rp 4 juta, maka uang yang mengalir ke daerah musim Lebaran tahun 2019 ini diperkirakan mencapai Rp 9,7 triliun," ujar Sarman seperti dikutip dari Antara, Jumat (7/6/2019).

Uang tersebut lanjut dia, mayoritas akan beredar di Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur serta sebagian di Sumatera (Lampung, Sumatera Barat, Sumatera Selatan) dan sisanya daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dana tersebut, belum termasuk remitansi dari TKI Indonesia yang bekerja di luar negeri yang berjumlah hampir 9 juta orang.

"Jika kita membuat perhitungan yang sangat sederhana saja para TKI kita mengirimkan Rp 1 juta per orang menjelang Idul Fitri tahun ini maka daerah akan menerima perputaran tambahan sebesar Rp 9 triliun, walaupun kecenderungannya dana tersebut tidak akan dibelanjakan semua," katanya.

Sarman menilai kondisi tersebut akan membuat ekonomi daerah bergerak dan bergairah karena perputaran uang yang sangat tinggi sebagai dampak dari uang yang mengalir dari kota Jakarta ke daerah tujuan mudik.

Baca juga: Rhenald Kasali: Akhirnya Mudik Aman dan Lancar

Belanja konsumsi masyarakat itu diharapkan akan mampu memberikan kontribusi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 2019 yang diperkirakan dapat mencapai 5,2 persen, naik dari pertumbuhan ekonomi triwuilan pertama yang hanya mencapai 5,07 persen.

Halaman:


Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.