KILAS

Antisipasi Musim Kemarau, Kementan Genjot Pembangunan Irigasi Pertanian

Kompas.com - 07/06/2019, 10:25 WIB
Kementerian Pertanian telah memperbaiki saluran irigasi di Kelompok Tani Jaya di Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.Dok. Humas Kementerian Pertanian RI Kementerian Pertanian telah memperbaiki saluran irigasi di Kelompok Tani Jaya di Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) tengah menggenjot pembangunan irigasi pertanian untuk menghadapi musim kemarau.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengklaim sudah membangun infrastruktur pendukung seluas 3 juta hektar (ha).

"Di antaranya normalisasi sungai dan bendungan, lalu pompanisasi, serta membangun embung untuk menampung air," ujar Amran sesuai rilis yang Kompas.com terima, Jumat (7/6/2019).

Selain program jangka panjang, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan Kementan membuat program jangka pendek.

Adapun program yang dimaksud di antaranya membuat sumur pantek, penyediaan benih unggul tahan kekeringan, pengaturan pola tanam, dan penyediaan asuransi usaha tani.

"Kami memprediksi Juli hingga September 2019 beberapa wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan," ujar Sarwo.

Agar program tersebut berjalan maksimal, ia mengimbau para pemimpin yang daerahnya memiliki potensi sumber air agar segera mengajukan kegiatan irigasi kepada Kementan.

"Bila lokasi sumber air cukup jauh dari lahan, bisa mengajukan kegiatan pipanisasi. Bahkan kalau perlu pompa air akan disiapkan," kata dia.

Mentan menegaskan, pemerintah serius merealisasikan program tersebut mengingat faktor ketersediaan air irigasi merupakan kunci sukses pencapaian target produksi.

"Saya ingin menjadikan lahan tadah hujan semuanya bisa teraliri," imbuh Amran.

Sebagai informasi, Kementan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam membangun infrastruktur pertanian.

Pembangunan infrastruktur itu untuk menjamin ketersediaan air.

Adapun langkah tersebut bertujuan untuk mewujudkan mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan pada 2045.

"Melalui langkah ini, kami optimistis mimpi tersebut bisa jadi kenyataan," tutup Amran.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X