BPS: Januari-April 2019, Jumlah Penumpang Pesawat Anjlok 20,5 Persen

Kompas.com - 10/06/2019, 14:47 WIB
Mahalnya harga tiket yang dimulai awal tahun hingga jelang lebaran, pergerakan pesawat dan penumpang yang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sepi. Pergerakan pemudik lewat jalur udara ini terlihat hingga H-5 hari raya Idul Fitri 1440 H, Jumat (31/5/2019).KOMPAS.com/HENDRA CIPTO Mahalnya harga tiket yang dimulai awal tahun hingga jelang lebaran, pergerakan pesawat dan penumpang yang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sepi. Pergerakan pemudik lewat jalur udara ini terlihat hingga H-5 hari raya Idul Fitri 1440 H, Jumat (31/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar sepinya bandara akibat penurunan jumlah penumpang pesawat akhir-akhir ini bukan isapan jempol belaka.

Badan Pusat Statistik ( BPS) melansir data terbaru penumpang pesawat pada April 2019. Angkanya hanya 5,7 juta orang.

"Turun 6,26 persen dibanding bulan sebelumnya," ujar Kepala BPS Suhariyanto di  Jakarta, Senin (10/6/2019).

Baca juga: Jumlah Penumpang Pesawat Anjlok, Angkutan Lain Justru Melonjak

Bila diakumulasi dari Januari-April 2019, kata dia, jumlah penumpang pesawat mencapai 24 juta orang. Angka ini anjlok 20,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Persentase penurunan jumlah penumpang pesawat paling besar terjadi di Bandara Kualanamu, Medan yang mencapai 32,5 persen.

Selanjutnya diikuti oleh Bandara Internasional Juanda, Surabaya sebesar 25,2 persen, Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar sebesar 24,8 persen, Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebesar 21,9 persen dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali sebesar 13 persen.

Baca juga: Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Cari Alternatif Moda Transportasi

Adapun bandara lainnya diakumulasi mengalami penurunan jumlah penumpang hingga 18,5 persen.

Suhariyanto mengatakan, turunnya jumlah penumpang pesawat disebabkan mahalnya harga tiket. Sementara itu, di sisi lain, infrastruktur angkutan darat kian baik.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X