Sebanyak 1,1 Juta Orang Gunakan Kapal Laut pada Mudik Lebaran 2019

Kompas.com - 10/06/2019, 17:13 WIB
Antrean penumpang yang meninggalkan Batam di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau menyemut. Antrean terjadi sejak pukul 05.30 WIB, Jumat (16/2/2018). KOMPAS.com/ HADI MAULANA Antrean penumpang yang meninggalkan Batam di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau menyemut. Antrean terjadi sejak pukul 05.30 WIB, Jumat (16/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.188.845 orang memanfaatkan moda transportasi kapal laut selama masa Angkutan Lebaran 2019. Angka tersebut tercatat sejak H-15 hingga H+4 di masa Angkutan Lebaran 2019.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Posko Angkutan Laut Lebaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) per Senin (10/6/2019) pukul 01.00 WIB, disebutkan adanya kenaikan jumlah penumpang sebesar 7,43 persen dibandingkan periode H-15 sampai dengan H+4 tahun 2018 yang berjumlah 1.106.586 orang.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemenhub, Wisnu Handoko mengatakan, Pelabuhan Batam masih menjadi pelabuhan terpadat dengan jumlah penumpang 185.373 orang untuk periode H-15 sampai dengan H+4 Lebaran.

Baca juga: Jumlah Penumpang Pesawat Anjlok, Angkutan Lain Justru Melonjak

Pelabuhan terpadat berikutnya untuk periode yang sama adalah Tanjung Balai Karimun dengan 146.617 orang, Tanjung Pinang 87.570 orang, Ternate 58.416 orang dan Tanjung Buton 48.433 orang.

"Dengan demikian, puncak arus mudik untuk jumlah penumpang terjadi pada H-4 dan puncak arus balik terjadi pada H+2," ujar Wisnu dalam keterangan terulisnya, Senin (10/6/2019).

Wisnu menambahkan secara umum pada angkutan laut Lebaran sampai dengan H+4 ini berjalan dengan baik meskipun tercatat di Balikpapan tadi malam (9/6/2019) sempat terjadi penumpukan penumpang.

Namun sampai dengan pagi ini , kondisi tersebut telah tertangani dengan baik oleh pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) kelas I Balikpapan dan PT Pelni.

Baca juga: Ribuan Orang Mudik Gratis Menggunakan Kapal

Sementara itu, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad memperbarui informasi terkait musibah Kapal kargo pengangkut semen KM. Lintas Timur GT 1.720 yang tenggelam pada tanggal 1 Juni 2019 sekitar pukul 14.00 WITA di perairan Taliabo, Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

"Kapal tenggelam diduga akibat mati mesin dan gelombang tinggi, jumlah kru kapal 18 orang. 1 korban ditemukan selamat atas nama Yakub dan 1 korban ditemukan meninggal dunia sedangkan 16 kru lainnya masih dalam pencarian tim SAR," kata Ahmad.

Adapun perkembangan pencarian korban hingga Minggu (9/6/2019), telah dilakukan operasi pencarian korban oleh TIM SAR menggunakan KN SAR BISMA, Speed Boat Polairud, Kapal Nelayan, Heli milik TNI dengan hasil nihil. Sebanyak 16 korban masih dalam pencarian yang akan dilanjutkan pada hari ini.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X