KILAS

Pertahankan WTP, Hanif Apresiasi ASN Kemnaker

Kompas.com - 10/06/2019, 17:52 WIB
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat halalbihalal dengan pegawai Kemnaker di Jakarta, Senin (10/6/2019).Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat halalbihalal dengan pegawai Kemnaker di Jakarta, Senin (10/6/2019).


KOMPAS.com
- Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker) M Hanif Dhakiri mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja segenap pegawai Kemnaker atas keberhasilan mempertahankan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) laporan keuangan tahun 2018.

"Selamat kepada seluruh pegawai Kemnaker yang berhasil memperoleh hasil laporan keuangan WTP. Ke depan, prestasi yang telah diraih selama 3 tahun berturut-turut (2016, 2017, 2018) ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," ungkap Hanif seperti dalam keterangan tertulisnya.

Menaker sendiri mengatakan itu saat halalbihalal dengan pegawai Kemnaker di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Pada kesempatan yang sama Menaker juga mengajak seluruh pegawai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali semangat bekerja dan melayani masyarakat dengan baik usai libur dan cuti bersama merayakan Hari Raya Idulfitri.

"Usai libur dan cuti bersama, saya mengajak seluruh pegawai dan mitra kerja untuk kembali bekerja dengan penuh semangat serta mengedepankan inovasi dalam melayani seluruh pemangku kepentingan," kata Hanif.

Hanif juga tak lupa menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri dan permohonan maafnya kepada seluruh pegawai dan mitra kerja Kemnaker.

"Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai dan mitra kerja Kemnaker apabila ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja selama kami menjalani pekerjaan," ujar Hanif.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj yang hadir pada halalbihalal ini mengatakan, ibadah puasa yang telah dijalani harus mampu membentuk diri kita menjadi pribadi yang berahlak.

Dengan ahlak yang baik kita bisa terhindar dari perbuatan tercela seperti menyebar hoax, ujaran kebencian, dan fitnah di media sosial.

"Puasa itu untuk menahan diri, membentuk karakter, memiliki ahlak, prinsip, dan kepribadian. Orang islam harus memiliki harga diri. Tidak pernah marah, menyebar kebencian, adu domba, apalagi menyebar fitnah," kata Said.

Lebih lanjut, Said mengatakan, dirinya yakin para pegawai Kemnaker bermartabat, berbudaya, berahlak, dan berkarakter. Hal tersebut terbukti dari laporan keuangan kementerian yang mampu meraih predikat WTP.

"Makanya kementerian ini laporan keuangannya WTP. Ini berarti pegawai Kemnaker berkarakter dan integritasnya sangat tinggi," kata Said

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X