Gara-gara Brexit, Ekonomi Inggris Kembali Terkontraksi

Kompas.com - 11/06/2019, 11:43 WIB
Inggris berusaha dekati Jepang agar tak terpukul setelah Brexit.carscoops Inggris berusaha dekati Jepang agar tak terpukul setelah Brexit.

LONDON, KOMPAS.com - Perekonomian Inggris kembali goyah lantaran ketidakpastian atas hubungan negara tersebut dengan Uni Eropa. Tingkat kepercayaan bisnis dan investor pun terus berkurang dengan ketidakjelasan Brexit yang terus berlanjut.

Seperti dikutip dari CNBC, Selasa (11/6/2019) perekonomian Inggris mengalami kontraksi 0,4 persen dari bulan sebelumnya, lebih besar dari yang diperkirakan pada April 2019 setelah sempat mengalami kontraksi sebesar 0,1 persen pada Maret 2019.

Kantor Statistik Nasional (ONS) setempat mengungkapkan, secara kuartalan, kinerja pertumbuhan melambat 0,3 persen pada tiga bulan hingga April, meneruskan perlambatan 0,5 persen yang terjadi pada kuartal pertama. Nilai tukar pundsterling pun terkoreksi 0,6 persen jika dibandingkan dengan dollar AS.

Head of GDP ONS Rob Kent Smith mengatakan, ada pula dampak dari melemahnya industri manufaktur terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi Inggris.

"Ada pula dampak dari melemahnya industri manufaktur di April yang kian melebar, seiring dengan lonjakan yang sempat terjadi lantaran penyelesaian pesanan awal jelang tanggal keberangkatan asli Uni Eropa dari UK telah memudar,” ujar dia.

Adapun dikutip dari BBC, hasil produksi mobil yang terus merosot serta berkurangnya persediaan mobil oleh produsen menjadi kontributor utama terhadap terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Inggris.

Penutupan beberapa pabrik yang dilakukan perusahaan untuk mengantisipasi Brexit pun memangkas produksi mobil di Inggris hampir setengahnya, salah satunya pabrik Mini BMW di Oxford yang mengajukan penutupan pemeliharaan dari yang sebelumnya di musim panas menjadi di bulan April untuk meminimalkan risiko Brexit. Hal yang sama juga dilakukan oleh beberapa produsen lain.

https://www.cnbc.com/2019/06/10/uk- brexit-limbo-tory-leadership-race-and-a-limping-economy.html

https://www.bbc.com/news/business-48579630

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X