Tiket Pesawat Mahal, Sri Mulyani Minta ASN Hemat Perjalanan Dinas

Kompas.com - 12/06/2019, 19:01 WIB
Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri ke kanan) saat memberi penjelasan kepada awak media di Jakarta, Rabu (12/6/2019).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri ke kanan) saat memberi penjelasan kepada awak media di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tarif tiket pesawat yang mahal membuat masyarakat urung untuk melakukan perjalanan jauh. Begitu pula dengan Kementerian/Lembaga yang perlu untuk berpikir masak-masak sebelum mengutus pegawainya melakukan perjalanan dinas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun meminta ASN dari K/L untuk melakukan efisiensi belanja. Salah satunya yang paling mungkin adalah anggaran untuk perjalanan dinas.

"Ya kita lihat, kan sebetulnya dari keseluruhan belanja K/L untuk perjalanan dinas itu kita minta diefiensikan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Baca juga: Video Conference, Menhub Terima Laporan Harga Tiket Lampaui Batas Atas

Tak hanya perjalanan dinas, dirinya juga telah meminta ASN untuk melakukan penghematan di pos-pos belanja lainnya.

Walaupun demikian, Bendahara Negara ini menjelaskan, biasanya K/L telah melakukan penghitungan-penghitungan jika ada kenaikan belanja di salah satu pos pengeluaran.

"Tapi mereka akan terlihat pelaksanaan dari belanja masing-masing K/L, jadi mungkin mereka juga akan melakukan efisiensi biasanya, kalau ada kenaikan di satu sisi tapi kemudian mereka melakukan efisien ditempat lain," ujar dia.

Baca juga: Ombudsman: Pemerintah Lamban Antisipasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Sebagai informasi, untuk mengatasi tigginya harga tiket pesawat yang tak kunjung turun, Presiden Joko Widodo sempat memberi usulan untuk membuka pasar maskapai kepada asing. Hal tersebut juga disambut baik oleh Kementerian Perhubungan.

Sebab, dengan demikian, persaingan pasar maskapai dalam negeri akan lebih beragam.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X