[POPULER MONEY] Polemik Dampak Perang Dagang | Wanginya Bisnis Laundry

Kompas.com - 13/06/2019, 06:28 WIB
Ilustrasi perang dagangThinkstock.com/andriano_cz Ilustrasi perang dagang

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar mengenai dampak perang dagang antara AS dan China menjadi berita populer di kanal Money Kompas.com, Rabu (12/6/2019). Perang dagang yang terus memanas dikhawatirkan memberi dampak buruk bagi Indonesia.

Ada pula kisah sukses mantan wartawan yang berhasil menjadi pengusaha dengan bisnis laundry.

Berikut ini 5 berita populer yang masih layak Anda simak hari ini.

1. Politisi Gerindra Tuduh Dampak Perang Dagang Hoaks, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (11/6/2019) yang juga dihadiri Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, anggota DPR dari fraksi Partai Gerindra Bambang H menyampaikan ketidaksetujuannya terkait dampak perang dagang terhadap perekonomian Indonesia yang cenderung tertahan tahun ini.

Menurut dia, pandangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengenai dampak perang dagang terhadap ekonomi Indonesia tidak berdasarkan fakta atau hoaks.

Lalu, bagaimana penjelasan Sri Mulyani? Baca selengkapnya di sini.

2. Meksiko dan Vietnam Jadi Negara yang Paling Diuntungkan dalam Perang Dagang

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, dua negara yang paling diuntungkan dari meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China adalah Vietnam dan Meksiko.

Dia menjelaskan, terhitung satu tahun perang dagang antara kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut, ekspor China ke Amerika Serikat sudah menurun hingga 13 persen.

"Pertanyaannya, 13 persen yang hilang ini lari ke mana? Setelah kami lihat ada dua negara yang mendapatkan manfaat terbesar, yaitu Meksiko dan Vietnam," ujar Bambang ketika di Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Mengapa dua negara tersebut diuntungkan? Baca di sini.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X