Ada Virus Demam Babi, Inflasi China Tertinggi dalam 15 Bulan

Kompas.com - 13/06/2019, 09:02 WIB

BEIJING, KOMPAS.com - Inflasi di China naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun pada Mei 2019 didorong oleh lonjakan harga daging babi dan buah yang disebabkan oleh epidemi demam babi Afrika dan cuaca buruk.

Seperti dikutip dari AFP, Kamis (13/6/2019), berdasarkan data yang dirilis pada Rabu (12/6/2019), meskipun harga-harga meningkat,permintaan tetap lemah karena perang dagang dengan Amerika Serikat dan ketidakpastian ekonomi.

Indeks harga konsumen (IHK) yang merupakan ukuran utama inflasi ritel mencapai 2,7 persen. Biro Statistik Nasional (NBS) setempat mengatakan, IHK tersebut lebih tinggi dari 2,5 persen di April 2019 dan tertinggi sejak Februari 2018.

Baca juga: Inflasi Venezuela Sepanjang 2018 Dilaporkan Capai 1,7 Juta Persen

Kenaikan itu sebagian besar akibat dari percepatan baru dalam inflasi harga makanan, dan gangguan pasokan daging babi yang disebabkan oleh demam babi Afrika.

Demam babi Afrika tengah menjangkit banyak babi di China dan membuat jutaan babi telah dimusnahkan baru-baru ini. Hal tersebut telah merusak rantai makanan global dan turut berpengaruh pada makanan di Hong Kong serta AS.

Harga daging babi melonjak 18,2 persen pada Mei 2019, sementara harga buah segar setiap tahunnya naik 26,7 persen karena cuaca buruk.

Data Statistik menunjukkan sekitar 1 juta babi mati sejak wabah pertama pada Agustus tahun lalu, namun pemerintah cenderung tak memerhatikan hal tersebut.

Baca juga: Perang Dagang AS-China Bisa Berimbas ke Inflasi RI

Adapun indeks harga produsen (PPI) yang menjadi indikator penting permintaan domestik, mencapai 0,6 persen di bulan Mei 2019, lebih rendah dari 0,9 persen di bulan sebelumnya.

"Pertumbuhan ekonomi dapat melambat lebih lanjut karena meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Cina", ujar Nomura International dalam analisisnya.

"Kami berharap Beijing akan melakukan langkah-langkah pelonggaran atau stimulus lebih lanjut untuk meningkatkan kepercayaan dan menstabilkan pertumbuhan," lanjut mereka.

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan bertemu Xi Jinping China di KTT G20 di Jepang bulan ini untuk membahas perselisihan perdagangan yang telah berjalan lama. Adapun Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross telah memperingatkan jika memang keduanya berhasil bertemu, pertemuan tersebut tidak akan sekadar menjadi panggung untuk "perjanjian definitif".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Pasang Panel Surya di Medan, APL Yakin Bisa Kurangi 63,5 Ton Karbon Emisi Per Tahun

Whats New
Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Perkuat Bisnis, Farmasi Digital Lifepack Dapat Suntikan Dana Rp 103,3 Miliar

Whats New
Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Tingkatkan Riset di Perguruan Tinggi, Pemerintah Gelontorkan Rp 2,15 Triliun

Whats New
RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

RI dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Sistem Penempatan Satu Kanal PMI

Whats New
Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Citi Indonesia Perkirakan BI akan Naikkan Suku Bunga Acuan 0,5 Persen Sampai Akhir Tahun

Whats New
Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Kemenperin: Kinerja Industri Kaca Nasional Terus Tumbuh Setiap Tahunnya

Whats New
Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Prospek Profitabilitas GoTo Usai Perluas Kerja Sama dengan Bank Jago

Earn Smart
Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Soal Isu Harga Mi Instan Naik 3 Kali Lipat, Kementan: Pemerintah Mengedepankan Kewaspadaan

Whats New
Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Soal Penyesuaian Harga Tiket Pesawat, Garuda Indonesia Masih Pantau Harga Avtur

Whats New
Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam 'Leader's Declaration' G20

Y20 Didorong Jadi Solusi Konkret dan Rumusan Rekomendasi dalam "Leader's Declaration" G20

Whats New
Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Harga Mie Instan Melonjak, Kementan Ajak Masyarakat Waspada Ancaman Krisis Pangan Global

Rilis
Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Nakes Bakal Lebih Dulu Terima Vaksin Dosis Keempat, Kapan untuk Masyarakat Umum?

Whats New
Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Brand Lokal Makin Dilirik, Ini Kisah UMKM yang Raup Cuan melalui Shopee

Smartpreneur
Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Biaya Balik Nama Motor 2022 serta Syarat dan Cara Mengurusnya

Spend Smart
Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Inflasi Imbas Ketidakpastian Global

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.