Diblacklist AS, Huawei Gagal Luncurkan Laptop Baru

Kompas.com - 13/06/2019, 09:50 WIB
Huawei Matebook X Pro. Huawei Huawei Matebook X Pro.

JAKARTA, KOMPAS.com - Raksasa teknologi China, Huawei, telah membatalkan peluncuran laptop baru sebagai akibat dari blacklist AS yang melarang pemasok AS melakukan bisnis dengan Huawei.

Kegalalan peluncuran produk baru ini merupakan yang pertama sejak AS memasukkannya ke dalam daftar hitam.

"Sangat disayangkan, kami tidak dapat memasok (meluncurkan) PC," kata CEO divisi konsumen Huawei Richard Yu dikutip dari CNBC, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Imbas Perang Dagang, Huawei Tunda Penobatan Jadi Merek Ponsel Pertama Dunia

Yu mengatakan, sebelumnya Huawei telah merencanakan untuk meluncurkan produk barunya, Matebook, meski tanpa tanggal pasti. Namun, pemblacklist-an AS telah menyebabkan pembatalan.

"Berada di daftar hitam AS, yang membatasi perusahaan AS menjual produknya ke kami (Huawei), telah menyebabkan pembatalan," ujar Yu.

Yu menilai, peluncuran laptop bisa dilakukan atau tidak tergantung pada berapa lama Huawei berada dalam daftar hitam. Jika Huawei berada dalam daftar hitam untuk waktu yang lama, laptop tidak akan dapat akan diluncurkan.

Sebab, Huawei mengandalkan teknologi AS untuk sebagian besar produknya. Matebook X Pro-nya yang "top-of-the-range" menjalankan sistem operasi Microsoft Windows dan menggunakan chip buatan Intel.

"Itu tergantung pada berapa lama Huawei berada di Entity List (daftar hitam)," ungkap Yu.

Baca juga: Perang Dagang, CEO Huawei Tolak Aksi Boikot Apple di China

Raksasa telekomunikasi asal negara Tirai Bambu ini sebenarnya sudah mencoba mengurangi efek dari daftar hitam, termasuk menimbun komponen-komponen utama. Bahkan, Huawei mencoba membuat sistem operasinya sendiri.

Meski merancang sistem operasi sendiri untuk ponselnya, Huawei masih mengandalkan teknologi Amerika untuk bagian lain dari ponselnya.

Bisnis terbesar Huawei adalah menjual peralatan jaringan. Tahun 2018, bisnis konsumen yang meliputi smartphone, laptop, dan perangkat lainnya adalah divisi yang menyumbang pendapatan terbesar untuk perusahaan.

Karena ponsel dan laptop merupakan salah satu penyumbang pendapatan terbesar, Huawei berniat ingin menjadi salah satu pembuat PC terbesar di dunia.

Baca juga: Trump Blacklist Huawei, Microsoft dan Google Ikut-ikutan

Namun tampaknya, keinginan itu harus dipendam dahulu. Hal ini diungkapkan Shao Yang, seorang eksekutif puncak divisi konsumen Huawei pada Selasa lalu (11/6/2019). Para ahli pun mengatakan, diblacklist AS dapat membahayakan perusahaan.

"Perusahaan akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk mewujudkan ambisinya menjadi pemain ponsel pintar terbaik di dunia, meski kami sempat berada di tempat kedua setelah Samsung, buatan Korea Selatan," ucap Shao Yang.



Sumber CNBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X