Empat BUMN Masuk Daftar Perusahaan Publik Terbesar di Dunia

Kompas.com - 13/06/2019, 11:23 WIB
Ilustrasi Bank Mandiri.SHUTTERSTOCK Ilustrasi Bank Mandiri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Indonesia masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia pada 2019, yang dirilis majalah ekonomi asal Amerika Serikat (AS), Forbes.

Keempat BUMN yang masuk daftar, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, apresiasi dunia internasional terhadap kinerja BUMN tersebut merupakan salah satu bukti keseriusan BUMN untuk selalu mewujudkan visi jangka panjang sebagai penyedia layanan dan memiliki kinerja yang terbaik.

Baca juga: Kementerian BUMN Ajak Masyarakat Transaksi Pakai LinkAja selama Mudik

"Saya sangat bangga dengan masuknya 4 perusahaan BUMN ke dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia versi majalah Forbes. Peringkat Forbes ini menunjukkan bahwa BUMN Indonesia memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya," ujar Rini dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/6/2019).

Rini menjelaskan, pencapaian tersebut juga tak lepas dari kinerja BUMN yang semakin kuat dan kokoh berkat kerja keras dan sinergitas yang dibangun.

"Saat pertama saya ditunjuk sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp 143 triliun dan dengan kerja keras seluruh insan BUMN, pada 2018 untungnya di atas Rp 200 triliun," ungkap Rini.

Baca juga: Rini: Laba Bersih BUMN di Atas Rp 200 Triliun Sudah Audited

Rini menegaskan, kinerja positif ini akan dijaga dan tingkatkan agar BUMN dapat terus melayani negeri, menjadi agen pembangunan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kementerian BUMN senantiasa berkomitmen untuk selalu meningkatkan kinerja dan layanan seluruh BUMN. Termasuk juga memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan," kata Rini.

Forbes merilis daftar 2.000 perusahaan publik global terbesar di dunia pada 2019. Perusahaan-perusahaan yang dipilih Forbes ini tersebar di 61 negara. Penetapan kriteria perusahaan publik global terbesar, mengacu pada ukuran kapitalisasi pasar, penjualan atau pendapatan, laba, dan aset di 2018.

Dalam daftar tersebut, BRI menempati posisi 363. Bank terbesar di Indonesia ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar (market cap) 38,8 miliar dollar AS. Berdiri pada 1895, BRI fokus membiayai sektor mikro dan ritel, terutama UMKM.

Baca juga: Menteri Rini Dorong BUMN Terus Inovatif dalam Cari Pendanaan

Dengan nilai pendapatan mencapai 9,4 miliar dollar AS, perusahaan memperoleh laba 2,3 miliar dollar AS dan aset 90,2 miliar dollar AS.

Sementara Bank Mandiri masuk dalam posisi 481. Selama ini, Bank Mandiri lebih banyak beroperasi di sektor korporasi, komersial, serta bisnis.

Bank Mandiri mencatatkan pendapatan 8 miliar dollar AS, dengan perolehan laba 1,8 miliar dollar AS dan aset mencapai 83,6 miliar dollar AS. Adapun nilai kapitalisasi pasarnya sebesar 25,9 miliar dollar AS.

Baca juga: Sepanjang 2018, Total Aset BUMN Capai Rp 8.092 Triliun

PT Telkom Indonesia menempati posisi 747. Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Pendapatan perusahaan mencapai 9,4 miliar dollar AS dengan perolehan laba 1,3 miliar dollar AS dan aset 13,8 miliar dollar AS.

Nilai kapitalisasi pasar perusahaan dilaporkan mencapai 27,2 miliar dollar AS.

Selanjutnya, BNI yang berada pada posisi 835. BNI menjadi bank BUMN ketiga yang masuk dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia. Pendapatan bank ini tercatat 4,9 miliar dollar AS, dengan raihan laba 1,1 miliar dollar AS.

Adapun asetnya 56,2 miliar dollar AS dengan nilai kapitalisasi pasar 13,1 miliar dollar AS.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X