Periode Lebaran, Transaksi Internet Banking BRI Melonjak 31,27 Persen

Kompas.com - 14/06/2019, 09:25 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (KOMPAS100: BBRI) mencatat pertumbuhan transaksi nontunai yang signifikan pada masa sebelum hingga masa libur Lebaran.

Salah satu lonjakan yang terlihat yakni penggunaan internet banking pada H-14 hingga hari H Lebaran naik 31,27 persen dibandingkan hari biasa.

" Internet Banking BRI selama H-14 hingga Hari H Lebaran, rata-rata perhari terdapat 3,42 juta kali transaksi. Naik 31,27 persen dibandingkan rata-rata perhari pada periode Januari-April 2019 yakni sebesar 2,61 juta kali transaksi," ujar Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI, Osbal Saragih dalam keterangan tertulis, Jumat (14/6/2019).

Baca juga: Transaksi Uang Elektronik Melesat saat Ramadhan dan Lebaran

Transaksi Mobile Banking BRI juga mengalami kenaikan serupa, yakni selama H-14 hingga hari H Lebaran, rata-rata perhari terdapat 1,12 juta kali transaksi. Angkanya naik 9,4 persen dibandingkan rata-rata perhari pada periode Januari-April 2019 yakni sebesar 1,09 juta kali transaksi.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, transaksi Internet Banking maupun Mobile Banking mengalami kenaikan yang signifikan. Internet Banking BRI naik 109,75 persen dari 1,62 juta transaksi pada 2018 menjadi 3,42 juta transaksi pada 2019. Mobile Banking BRI naik sebesar 23,4 persen dari 964 ribu transaksi tahun lalu menjadi 1,12 juta transaksi.

“Kami mengalami puncak transaksi Internet Banking BRI dan Mobile Banking BRI pada H-12 tahun ini. Berbeda saat tahun 2018 lalu, terjadi saat H-10 lebaran,” kata Osbal.

Baca juga: BRI Siapkan Rp 48,2 Triliun Untuk Cukup Kebutuhan Lebaran

Pasca libur Lebaran juga terjadi lonjakan transaksi perbankan, baik menggunakan kartu debit maupun internet dan mobile banking. Jumlah transaksi per hari meningkat sekitar 22,72 persen, dari rata-rata  22 juta transaksi perhari menjadi 27 juta transaksi per hari. Semua transaksi ini di eksekusi melalui jaringan e-Channel dan e-Banking serta Jaringan Kantor yang tersebar diseluruh Indonesia.

Adapun tempat yang paling banyak di kunjungi dan di datangi oleh nasabah dan masyarakat untuk betransaksi adalah ATM dan CRM sebanyak 35,37 persen, EDC Merchant 24,07 persen; Internet Banking 13.11 persen, dan di jaringan kantor yang buka menjelang lebaran dan pada saat libur lebaran sebanyak 10,04 persen.  

"Data ini juga menunjukkan bahwa Bank BRI telah berhasil melakukan shifting transaksi dari Banking Hall Kantor ke jaringan-jaringan e-Channel dan e-Banking," kata Osbal.

Baca juga: BI: Realisasi Kebutuhan Uang Tunai Lebaran Capai Rp 187,2 Triliun

Meningkatnya transaksi nontunai selama libur panjang ini, kata Osbal, menunjukkan keberhasilan mereka mengedukasi masyarakat dan nasabahnya untuk bertransaksi secara nontunai. Ini terlihat dari banyaknya jumlah uang tunai yang disiapkan oleh  BRI sangat menurun jika dibandingkan dengan libur lebaran tahun lalu.

Tahun ini, BRI hanya menyiapkan kebutuhan uang tunai untuk momen Ramadhan dan Lebaran senilai Rp 48,2 triliun, menurun dibandingkan tahun 2018 lalu sebesar Rp 62 triliun.

Bahkan, realisasi kebutuhan puncak uang tunai 10 hari menjelang dan pada saat liburan lebaran hanya sebesar Rp 41,2 triliun. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X