Ayah dan Ibu, Ini 4 Cara Kreatif Ajarkan Keuangan pada Anak

Kompas.com - 14/06/2019, 10:35 WIB
Ilustrasi menabungKOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Ilustrasi menabung

NEW YORK, KOMPAS.com - Konsep tentang uang dan keuangan sebisa mungkin diajarkan pada anak sejak dini. Namun demikian, tentu saja konsep ini harus diajarkan dengan metode yang semenyenangkan mungkin.

Dengan demikian, anak bisa belajar dengan baik sambil bermain. Metode kreatif dalam pengajaran membuat informasi semakin menarik dan relevan bagi anak-anak, pada akhirnya membuat mereka fokus dan mencerna informasi dalam jangka panjang.

"Setiap orang belajar dengan cara yang unik. Ketika mengajarkan tentang keuangan pada anak-anak, penting bagi Anda untuk merengkuh semuanya," terang Shara Nadler, pendiri iPiggiBank, sebuah organisasi yang fokus pada pengajaran keuangan bagi anak-anak seperti dikutip dari Forbes, Jumat (14/6/2019).

Baca juga: Menginvestasikan Uang untuk Pendidikan Anak, Simak 3 Tipsnya

Nadler pun memberikan 4 cara kreatif yang bisa dilakukan orang tua untuk mengajarkan keuangan pada anak, berikut penjelasannya.

1. Koneksi dengan cerita

Caranya, anak diajak membaca buku bersama-sama yang mengandung pelajaran keuangan. Kemudian, anak bisa diajak berdiskusi terkait mengapa karakter tertentu membuat keputusan keuangan spesifik dan apakah anak setuju dengan keputusan itu.

Menggunakan buku ketika mengajarkan anak tentang uang membuatnya semakin relevan baginya. Sebab, anak dapat terhibur dan dapat terlibat dengan karakter yang ada.

2. Kegiatan bersama

Anak dan orang tua atau kakak maupun adik dapat terlibat di dalam percakapan aktif tentang saat-saat di mana mereka memperoleh uang atau contoh-contoh tujuan menabung. Ini menunjukkan kepada anak bahwa setiap orang memiliki keunikan dan apa yang berhasil pada seseorang bisa berbeda pada orang lain.

Percakapan semacam ini pun dapat membantu anak mengembangkan perilaku keuangan yang sehat dan belajar untuk tidak menilai buruk terhadap perbedaan.

Baca juga: Mau Anak Anda Seperti Bill Gates? Tiru Cara Asuh Orang Tuanya

3. Kegiatan seni

Anak diberikan buku aktivitas berisi sejumlah kegiatan dan permainan. Menurut Nadler, meski fokus aktivitas ini tidak secara spesifik terkait seni, namun beberapa anak mungkin tak nyaman menuliskan tujuan menabung mereka atau konsep keuangan lainnya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X