Investor Global Turut Dongkrak Bisnis Properti Domestik

Kompas.com - 14/06/2019, 19:02 WIB
Ilustrasi propertiwww.shutterstock.com Ilustrasi properti

JAKARTA, KOMPAS.com - Prospek bisnis properti Indonesia diyakini kian positif, sejalan dengan kerja sama antara investor global dan pengembang di dalam negeri.

Bahkan, tak sedikit investor global tersebut datang dengan investasi besar.

" Investor global banyak menyokong dalam aspek permodalan. Tentu mereka bisa membawa angin segar dan harapan yang bagus ke depan bagi bisnis properti Indonesia," kata Executive Director Indonesia Property Watch Ali Tranghanda dalam keterangannya, Jumat (14/6/2019).

Menurut Ali, masuknya permodalan global dengan menggandeng mitra lokal yang lebih paham kondisi dalam negeri, juga menjadi salah satu bukti Indonesia punya daya tarik dan prospek menarik.

Baca juga: Ekonomi Global Bergejolak, Investasi Properti Juga Lesu?

"Meski kita merupakan salah satu negara di Asia-Pasifik yang harga lahannya masih relatif rendah, namun peningkatannya (industri properti) luar biasa," terangnya.

Berdasar data Real Estate Indonesia (REI), penetrasi pengembang global makin intens dalam tiga tahun terakhir, dengan total nilai investasi hingga Rp 105 triliun. Kerja sama ini diprakarsai antara lain oleh CFLD International dengan Alam Sutera, Mitsui dengan Summarecon, Hyundai dengan Metland, dan lainnya.

Ali juga menyebut, pasar properti Indonesia di tingkat menengah pun punya potensi yang sangat besar. Meski di tengah iklim tahun politik yang biasanya mempengaruhi bisnis, bisnis properti seperti tak terlalu terpengaruh.

Apalagi, daya beli masyarakat saat ini pun sudah cukup baik.

"Memang, saat ini adalah tahun konsolidasi bagi para pengembang (lokal). Namun, untuk pasar menengah ke bawah, saya lihat efek tahun politik nyaris tidak ada pengaruh signifikan. Tetap bagus," tuturnya.

Baca juga: Bingung Cari Lokasi Tepat Buat Investasi Properti? Ini rekomendasinya

Salah satu investor global tersebut adalah misalnya CFLD International, yang merupakna pengembang properti dan kawasan industri asal China, yang dikabarkan memiliki komitmen investasi mencapai angka Rp 19,5 triliun hingga 2020.

Salah satu proyeknya adalah kerja sama pembangunan pusat perbelanjaan di Tangerang New Industry City (TNIC) antara CFLD International dengan perusahaan pengembang pusat perbelanjaan asal Singapura, Samanea. Keduanya telah menandatangani pembelian lahan seluas 7,6 hektar pada 6 April 2019.

Kawasan TNIC terletak sejauh 20 kilometer dari Bandara International Soekarno-Hatta dan 30 kilometer dari CBD Jakarta. Saat ini, proyek-proyek CFLD International telah tersebar di 80 daerah di seluruh dunia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X