BULOG Incar 70 Persen Pangsa Pasar Bantuan Pangan Non-Tunai

Kompas.com - 15/06/2019, 11:00 WIB
Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2/2018).ANTARA FOTO/Umarul Faruq/ama/18 Pekerja mengangkut beras impor dari Thailand di gudang Bulog Divre Jatim, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (26/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perum BULOG mengincar 70 persen pasar bantuan pangan non-tunai (BPNT). Hingga saat ini perseroan memiliki kapasitas untuk menyediakan beras untuk 15,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum BULOG Tri Wahyudi menyampaikan untuk meraih target tersebut, saat ini BULOG telah memiliki kurang lebih 37 mesin pengolahan yang tersebar di wilayah penyerapan gabah/beras seluruh Indonesia.

BULOG juga bersinergi dengan mitra GAPOKTAN maupun swasta dalam penyediaan kebutuhan beras untuk stok maupun komersial.

"BULOG punya kompetensi tersebut sehingga kami yakin mampu meraih pasar BPNT lebih dari 70 persen", tutur Tri Wahyudi dalam keterangan resminya, Jumat (14/6/2019).

Menurut Tri Wahyudi, terdapat multiplier effect yang dihasilkan ketika BULOG menjadi penyedia beras untuk BPNT. Dalam hal ini, petani akan bergairah menanam karena ada kepastian hasil panennya dibeli BULOG dengan harga di atas HPP.

Selain itu, agen BPNT (agen himbara dan E-Warong) akan menerima Beras yang berkualitas dan terjangkau harganya sehingga memberikan keuntungan bagi agen. Dengan demikian perekonomian desa akan tumbuh.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X