Kompas.com - 15/06/2019, 13:06 WIB
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Profesi call center membuat pekerjanya tak perlu bekerja di belakang meja untuk melayani pelanggan. Asalkanndi rumahnya tersedia jaringan telepon, internet, dan komputer. Perusahaan outsourcing pun kini sudah berkembang.

Bahkan, kata Bambang, di Amerika, ada rumah sakit yang mengirim data pasien secara harian ke Filipina untuk di proses. Pekerjaa yang berada di Filipina akan merapikan data tersebut dan mengirim laginke rumahnsakit di Amerika dalam sebuah database.

Pekerjaan seperti itu tak memerlukan kehadiran fisik dan kesempurnaan tampilan, hanya bermodal teknologi digital. Bahkan, pekerjaan seperti ini memungkinkan menyerap kaum disabilitas lebih banyak lagi.

"Jenis pekerjaan seperti ini di masa depan yang akan semakin banyak. Kalau sekadar mengerjakan dindepan komputer, kan orang disabilitas bisa kerjakan. Tidak perlu berangkat ke kantor, keluar ongkos lagi," kata Bambang.

"Hal sperti itu yang mau kita dorong agar Indonesia mendiversifikasi jenis pekerjaan," lanjut dia.

Dengan berkembangnya digital, salah satu yang terdampak adalah industri perbankan. Bank merasa tak perlu lagi menaambah cabang karena sudah ada internet banking. Jumlah teller pun berkurang karena transaksisl bisa dilakukaan secara online.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mematikan Karier?

Lantas, apakah hal ini justru mematikan karir manusia? Bambang menjawab, tidak.

SDM harus menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan di masa depan. Jumlah call center diprediksi semakin banyak, sehingga teller bank tersebut bisa mengambil kursus bahasa sebentar lalu menjadi call center. Atau mengambil kursus bidang lain yang berkaitan dengan komputer sehingga skillnya bertambah.

Bambang mengatakan, pihaknya ingin muncul kesadaran di masyarakat untuk mengerti apa yang dibutuhkan industri 4.0.

"Sehingga lapangan kerja jadi lebih inklusif, memberikan kesempatan setiap orang untuk menciptakan skill atau reskilling, atau upskilling, atau ditingkatkan kualitasnya," kata Bambang.

Maka dari itu, pemerintah terus menggenjot pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan bagi lulusan sekolah menengah maupun universitas agar siap kerja. Sebab, untuk lulusan vokasi, sebenarnya posisi yang tersedia banyak. Hanya saja, peminatnya tidak banyak dan orang yang memiliki kemampuan tersebut masih langka.

Meski lulusan vokasi banyak, tapi keahlian yang dicari perusahaan tidak sesuai, mereka tak berani melamar. Bambang mengatakan, perusahaan yang logis tentu akan merekrut warga negara sendiri karena lebih murah. Tapi, mereka kesulitan mempekerjakaan ahli dari Indonesia di bidang tertentu denfan kualifikasi yang diinginkan.

Hasilnya, perusahaan memilih mempekerjakan orang asing yang punya kemampuan yang dibutuhkan mereka, ketimbang mencari ahli di Indonesia dengan harga yang lebih mahal.

"Kalau kamu ahli bidang tertentu yamg sangat jarang di Indonesia, kamu kayak pemain bola nanti dibajaka ini itu. Pasti minta naik gaji terus makanya terlalu mahal. Maka cari suplai dari asing," kata Bambang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 BUMN Dapat PMN Rp 35,13 Triliun, Tertinggi IFG dan Hutama Karya

8 BUMN Dapat PMN Rp 35,13 Triliun, Tertinggi IFG dan Hutama Karya

Whats New
Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Strategi Bayar Utang Tak Jelas, Evergrande Tetap Yakin Bisa Keluar dari Krisis

Whats New
Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Penggunaan QRIS Lintas Negara Bakal Diperluas ke Malaysia dan Arab Saudi

Whats New
Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Kejar Investasi Rp 1.200 Triliun di 2022, Bahlil Minta Anggaran Kementeriannya Ditambah Rp 600 Miliar

Whats New
Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Pengusaha Retail Keluhkan Regulasi Pemprov DKI Jakarta Terkait Larangan Display Rokok

Rilis
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2022 Jadi 4,8 Persen

Whats New
Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Gubernur BI Beberkan Dampak Krisis Evergrande ke Indonesia

Whats New
Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Tips Hindari Transaksi Bodong Pinjol Ilegal

Rilis
 IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

IHSG Parkir di Zona Hijau pada Penutupan Sesi I, Rupiah Melemah

Whats New
Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Kementan dan Kemendag Beda Pendapat soal Penyebab Kenaikan Harga Jagung

Whats New
Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Bantah Pernyataan Menteri Perdagangan, Kementan Buka-bukaan Soal Stok Jagung

Whats New
ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

ADB Kembali Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Jadi 3,5 Persen Sepanjang 2021

Whats New
Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Harga Bitcoin Terus Merosot, Kini Sentuh Rp 590 Juta

Whats New
Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Agustus 2021, Uang Beredar di Indonesia Hampir Tembus Rp 7.200 Triliun

Whats New
Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Anggota DPR Sebut Ada Warga yang Tak Bisa Cairkan BLT UMKM karena Belum Vaksinasi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.