Kompas.com - 15/06/2019, 13:06 WIB
Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro saat wawancara di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Kamis (13/6/2019).

Maka dari itu, pemerintah terus menggenjot pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan bagi lulusan sekolah menengah maupun universitas agar siap kerja. Sebab, untuk lulusan vokasi, sebenarnya posisi yang tersedia banyak. Hanya saja, peminatnya tidak banyak dan orang yang memiliki kemampuan tersebut masih langka.

Meski lulusan vokasi banyak, tapi keahlian yang dicari perusahaan tidak sesuai, mereka tak berani melamar. Bambang mengatakan, perusahaan yang logis tentu akan merekrut warga negara sendiri karena lebih murah. Tapi, mereka kesulitan mempekerjakaan ahli dari Indonesia di bidang tertentu denfan kualifikasi yang diinginkan.

Hasilnya, perusahaan memilih mempekerjakan orang asing yang punya kemampuan yang dibutuhkan mereka, ketimbang mencari ahli di Indonesia dengan harga yang lebih mahal.

"Kalau kamu ahli bidang tertentu yamg sangat jarang di Indonesia, kamu kayak pemain bola nanti dibajaka ini itu. Pasti minta naik gaji terus makanya terlalu mahal. Maka cari suplai dari asing," kata Bambang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.