Soal 737 Max, Boeing Mengaku Telah Membuat Kesalahan

Kompas.com - 17/06/2019, 07:09 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

PARIS, KOMPAS.com — CEO Boeing Dennis Muilenburg mengakui telah melakukan kesalahan dalam menerapkan sistem peringatan kokpit di Boeing 737 Max. Menurut dia, pihaknya masih memerlukan waktu untuk membangun kembali kepercayaan pelanggan setelah dua kecelakaan fatal yang menimpa Ethiopian Airlines dan Lion Air.

Muilenburg mengatakan, Boeing telah gagal berkomunikasi dengan regulator serta pelanggannya.

Seperti dikutip dari Reuters Minggu (16/6/2019), Muilenberg mengaku Boeing telah melakukan kesalahan karena tidak mengungkapkan adanya kerusakan lampu peringatan kokpit 737 MAX. Hal itu pun menjadi perhatian para regulator di dunia penerbangan.

Baca juga: Imbas Krisis 737 Max, Boeing Tak Dapat Order 2 Bulan Berturut-turut

Muilenberg mengharapkan 737 MAX kembali terbang tahun ini. Menurut dia, 90 persen pelanggan telah berpartisipasi dalam sesi simulator dengan perangkat lunak MCAS yang telah di-upgrade saat mereka tengah melakukan sertifikasi penerbangan dengan regulator segera.

Boeing menyebut telah mengikuti prosedur lama ketika merancang 737 MAX. Perusahaan AS ini juga mengklaim telah melakukan perbaikan dari sistem MCAS yang dituding menjadi penyebab utama kedua kecelakaan tersebut.

"Jelas, kami dapat melakukan perbaikan, dan kami memahami itu dan kami akan melakukan perbaikan itu," ujar dia.

“Ketika saya membuat komentar tentang desain MCAS sebelumnya dan bagaimana kami mengikuti proses-proses itu, itu juga melalui proses analisis. Tidak berarti bahwa itu tidak dapat diperbaiki," katanya.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X