Pemerintah dan Komisi XI DPR Sepakati Asumsi Makro RAPBN 2020

Kompas.com - 17/06/2019, 20:10 WIB
Kepala BPS Suhariyanto, Menteri PPN/BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAKepala BPS Suhariyanto, Menteri PPN/BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyepakati asumsi makro untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( RAPBN) tahun 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro bersama dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hadir dalam rapat kerja asumsi makro RAPBN 2019 tersebut.

Asumsi makro diputuskan berdasarkan pandangan masing-masing fraksi setelah melakukan rapat kerja dengan pemerintah.

"Jadi kita sudah memutuskan kisaran daripada asumsi makro. Jadi ini kita setuju yah," ujar Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Marcus Mekeng yang kemudian memukul palu ke meja sebagai simbol keputusan disepakati, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/6/2019). 

Asumsi maskro untuk RAPBN 2020 disepakati pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen hingga 5,5 persen, inflasi diperkirakan berada di kisaran 2 persen hingga 4 persen. 

Kemudian tingkat bunga SPN 3 bulan disepakati sebesar 5 persen hingga 5,3 persen dan nilai tukar Rupiah menjadi Rp 14.000- Rp14.500  per dollar AS. 

Sebagai catatan, asumsi makro tersebut telah berubah dari yang diajukan pemerintah dalam Rapat Paripurna. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi ditargetkan dikisaran 5,3 persen hingga 5,6 persen pada tahun depan dan tingkat bunga SPN 3 bulan berada di 5 persen hingga 5,6 persen.

Sedangkan untuk target pembangunan tak ada perubahan dari yang telah diajukan sebelumnya. Di mana tingkat pengangguran di perkirakan menjadi 4,8 persen hingga 5 persen pada tahun 2020. Lalu tingkat kemiskinan ditargetkan 8,5 persen hingga 9 persen. Adapun rasio gini ditargetkan  0,375-0,380 dengan indeks pembangunan manusia ditargetkan 72,51.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X