Anggota DPR Ini Pertanyakan Program Unggulan Bea Cukai untuk Pelatihan Anjing

Kompas.com - 18/06/2019, 15:26 WIB
Petugas Bea Cukai (BC) dan Aviation Security (AVSEC) Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kepulauan Riau berhasil mengungkap aksi penyelundupan sabu-sabu yang akan dikirimkan ke Jakarta melalui paket cargo. DOK BC TanjungpinangPetugas Bea Cukai (BC) dan Aviation Security (AVSEC) Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kepulauan Riau berhasil mengungkap aksi penyelundupan sabu-sabu yang akan dikirimkan ke Jakarta melalui paket cargo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan tengah mengajukan pagu indikatif untuk anggaran tahun 2020 sebesar Rp 44,39 triliun kepada DPR RI, dengan besaran pagu indikatif Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebesar Rp 3,63 triliun.

Anggota DPR dari fraksi NasDem Achmad Hatari pun mempertanyakan besarnya jumlah anggaran tersebut. Pasalnya, salah satu proyek unggulan dari DJBC adalah pelatihan dan pemeliharaan anjing pelacak.

"Dari anggaran Rp3,6 Triliun itu masa semuanya untuk beli anjing?," ujar Hatari di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/7/2019).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi menjelaskan, pagu anggaran indikatif untuk DJBC tersebut tidak hanya untuk pelatihan dan pemeliharaan anjing saja, tetapi juga untuk pegawai, juga belanja barang dan modal.

Penguatan unit anjing pelacak DJBC dilakukan sebagai bagian dari progran pengawasan narkotika. Pasalnya, Indonesia telah menjadi target pasar narkotika internasional.

"Tahun kemarin DJBC menangkap 4,1 ton sabu, naik berkali lipat dari tahun sebelumnya. Jadi Indonesia jadi target market narkotika," jelas dia dalam kesempatan yang sama.

Anjing pelacak merupakan sarana efektif untuk membasmi persebaran narkotika ini. Sehingga, memang diperlukan peningkaran sarana-prasarana untuk pengawasan persebaran narkotika di teritori DJBC, termasuk dengan anjing pelacak.

"Anjing ini jadi fokus di belanja pelabuhan dan perbatasan, jadi ada 3 jenis yaitu marine, container dan border," jelas dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X