Anggaran Kemenkeu Naik Untuk Rekrutmen dan Gaji Pegawai Baru

Kompas.com - 18/06/2019, 17:27 WIB
Kepala BPS Suhariyanto, Menteri PPN/BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (13/6/2019).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Kepala BPS Suhariyanto, Menteri PPN/BAPPENAS Bambang Brodjonegoro, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pagu inidikatif anggaran Kementerian Keuangan ( Kemenkeu) untuk tahun anggaran 2020 disetujui Komisi XI DPR RI sebesar Rp Sri Rp 44,39 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pagu indikatif anggaran Kemenkeu tersebut terdiri dari anggaran murni Kemenkeu sebesar Rp 35,648 triliun dan BLU sebesar Rp 8,745 triliun.

Anggaran pagu indikatif tanpa BLU tersebut meningkat Rp 4,215 triliun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Kenaikan anggaran terbesar berasal dari Sekretarian Jenderal Kemenkeu sebesar Rp 2,14 triliun. Hal itu untuk mendukung reformasi birokrasi dan transformasi kelembagaan, kenaikan pemeliharaan akibat ada tambahan aset, dan lain sebagainya.

"Serta adanya penambahan jumlah pegawai baru tahun 2019 beserta kenaikan tukin (tunjangan kinerja)," ujar dia di Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Adapun Sekjen Kemenkeu Hardiyanto menjelaskan, jumlah pegawai baru yang akan ditampung di Kementerian Keuangan sejumlah 3.699 pegawai tahun ini.

Selain itu, peningkatan pagu anggaran juga disebabkan pembayaran tunjangan kinerja untuk eselon I yang juga dikelola oleh Sekjen. Walaupun demikian, dia belum merinci besaran anggaran untuk kedua sektor tersebut.

"Breakdown-nya nanti di RKAKL (Rencana Kerja & Anggaran Kementerian Negara/Lembaga). Ini kan baru pagu indikatif dan dengan penambahan jumlah pegawai sebesar itu dan ada kebutuhan untuk bangun gedung untuk pusintek (Pusat Informasi dan Teknologi) maka diperkirakan kenaikan sebesar sebesar Rp 2 triliun," jelas dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X