3 Bulan Sepi, Boeing Akhirnya Umumkan Adanya Pesanan Pembelian Pesawat

Kompas.com - 19/06/2019, 05:24 WIB
Boeing B787-10.Boeing Mediaroom Boeing B787-10.

NEW YOK, KOMPAS.com - Masa-masa kritis Boeing kemungkinan akan segera berakhir. Produsen pesawat asal Amerika Serikat ini pada Selasa (18/6/2019) mengumumkan telah menjual 30 jenis armada 787 Dreamliner kepada Korean Air, yang sebelumnya telah membeli 11 jenis pesawat berbadan lebar tersebut untuk armada mereka.

Secara keseluruhan, harga dari 30 pesawat tersebut adalah 6,3 miliar dollar AS.

Seperti dikutip dari CNN, Rabu (19/6/2019), sejak Maret 2019 lalu, Boeing sama sekali tidak mengumumkan adanya pembelian atau pemesanan armada pesawat setelah salah satu pabrikan best sellernya, 737 Max, mengalami pengandangan di seluruh dunia akibat dua kecelakaan tragis yang melibatkan jenis pesawat tersebut.

Pengumuman pemesanan pesawat tersebut dilakukan di ajang pameran Paris Air Show yang merupakan ajang kunci bagi Boeing serta pesaingnya Airbus untuk mengumumkan penjualan baru.

Dalam hari pertama ajang tersebut, Airbus telah mengumumkan penjualan untuk lebih dari 100 armada, sementara Boeing tidak mengumumkan adanya penjualan sama sekali. Boeing hanya mendapatkan kesepakatan kerjasama untuk mengonversi beberapa pesawat berpenumpang menjadi pesawat barang.

Meski penjualan 787 Dreamliner merupakan kabar baik bagi Boeing, Airbus tetap memimpin penjualan di Paris Air Show.

Pada ajang tersebut, Airbus mengumumkan Saudi Arabian Airlines telah menambah 30 pesanan untuk produk A320neo mereka yang notabene merupakan pesaing dari 737 MAX.

Sebelumnya, Saudi Arabian Airlines telah memesan 35 armada dari jenis pesawat tersebut. Pihak maskapai mengatakan mereka bisa memesan setidakya 100 pesawat berlorong tunggal dari Airbus tersebut.

Selain itu, maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC) Airasia juga mengumumkan bakal mengonversi 253 pesanan A320 neo mereka untuk produk yang lebih besar yaitu A321neo.

LCC Filipina, Cebu Pacific pun melakukan penandatanganan kerja sama untuk membeli 16 buah armada A330neo, 10 A321LXR dan 5 A320neo dengan jumlah keseluruhan 31 armada pesawat.

Sebelumnya, Airbus telah mengalahkan Boeing dalam jumlah pesanan pesawat dengan lorong tunggal, bahkan sebelum krisis 737 MAX. Walaupun demikian, Boeing memiliki pasar yang lebih besar di armada jet berbadan lebar yang lebih kecil.

Awal tahun ini, Airbus sendiri tak lagi memroduksi jet superjumbo A380nya. Adapun Korean Air merupakan salah satu pelanggan produk tersebut.

Pihak Boeing mengatakan, 10 transaksi Korean Air bakal diproses melalui Air Lease Corporation.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X