Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping Bakal Bertemu Sebelum KTT G20

Kompas.com - 19/06/2019, 06:03 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing, Kamis (9/11/2017). (AFP/Nicolas Asfouri) Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Balai Agung Rakyat China di Beijing, Kamis (9/11/2017). (AFP/Nicolas Asfouri)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan telah berbicara dengan Presiden Xi Jinping untuk kembali bertemu setelah jeda panjang sebagai persiapan pertemuan KTT G20 akhir bulan ini.

Sebagai informasi, Amerika Serikat dan China tengah berada dalam perang dagang yang telah menekan kondisi pasar keuangan global bahkan merusak kondisi perekonomian dunia.

Pembicaraan antara kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan sempat terhenti bulan lalu dan sejak saat itu, AS dan China hanya melakukan interaksi secara terbatas.

Dikutip dari Reuters, Rabu (19/6/2019) meskipun Trump mengancam bakal menaikkan kembali tarif perdagangan untuk produk China, dirinya bakal bertemu dengan Xi Jinping pada KTT G20 pekan depan.

Meski Trump mengatakan kedua belah pihak bakal melakukan pembicaraan, namun pihak China belum melakukan konfirmasi atas pertemuan tersebut.

Dalam sebuah unggahan melalui akun Twitternya, Trump mengatakan China telah sepakat dan mulai melakukan persiapan ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

"Telah melakukan percakapan telepon yang sangat baik dengan Presiden Xi dari China. Kami akan mengadakan pertemuan minggu depan pada G-20 di Jepang. Tim kami masing-masing akan memulai pembicaraan sebelum pertemuan kami," tulis Trump.

Baca: Trump Yakin China Setujui Kesepakatan Dagang dengan AS

Media Pemerintah China mengatakan Xi menyetujui pertemuan itu dan menekankan bahwa perselisihan ekonomi dan perdagangan harus diselesaikan melalui dialog.

“Kuncinya adalah untuk menunjukkan pertimbangan terhadap perhatian satu sama lain,” kata Xi.

“Kami juga berharap Amerika Serikat memperlakukan perusahaan China secara adil. Saya setuju bahwa tim ekonomi dan perdagangan kedua negara akan menjaga komunikasi tentang cara menyelesaikan perbedaan," lanjut dia.

Konfirmasi pertemuan diberikan untuk menghindari kemungkinan penghinaan ke Washington yang bisa memicu putaran tarif lain.

Trump pun menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan dapat dicapai.

“Aku pikir kita punya kesempatan. Saya tahu bahwa Cina ingin membuat kesepakatan. Mereka tidak menyukai tarif, dan banyak perusahaan meninggalkan China untuk menghindari tarif. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi. Kami akan melihat apa yang terjadi, "katanya kepada wartawan.

Reaksi Positif

Pasar saham pun menyambut baik berita tersebut lantaran investor berharap pembicaraan baru dapat meredakan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

“Keterlibatan tingkat pemimpin di G20 tahun lalu sangat penting. Sangat penting untuk mengelola dinamika politik saat ini dan mengembalikan pembicaraan ke jalurnya sekali lagi," ujar salah satu negosiator perdagangan AS, Clete Willems.

Sebagai informasi, Amerika Serikat telah mengenakan tarif 25 persen untuk barang-barang Cina senilai 250 miliar dollar AS, mulai dari semi-konduktor hingga furnitur, yang diimpor ke Amerika Serikat.

Trump pun telah mengancam bakal mengenakan tarif pada barang lain senilai 325 miliar dollar AS, mencakup hampir semua produk impor China yang tersisa, termasuk produk-produk seperti ponsel, komputer dan pakaian.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X