Selama Periode Lebaran 2019, KAI Angkut 6,81 Juta Penumpang

Kompas.com - 19/06/2019, 12:53 WIB
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Edi Sukmoro (tengah), Direktur Oporasi dan Prasarana KAI Wedi Chresnanto, Kepala Daop I KAI Dadan Rusdiansyah di Jakarta, Rabu (19/6/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIADirektur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Edi Sukmoro (tengah), Direktur Oporasi dan Prasarana KAI Wedi Chresnanto, Kepala Daop I KAI Dadan Rusdiansyah di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama masa Angkutan Lebaran selama 22 hari dari 26 Mei 2019 (H-10) hingga 16 Juni 2018 (H2+10) melaporkan jumlah penumpang yang dilayani oleh KAI mencapai 6,81 juta penumpang.

 

Angka tersebut terdiri dari 3,69 juta penumpang kereta api (KA) Jarak Jauh dan 3,11 juta penumpang KA Lokal.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menjelaskan, jumlah penumpang tersebut naik 9,2 persen dibandingkan masa Angkutab Lebaran 2018 lalu, di mana saat itu tercatat sebanyak 6.236.227 penumpang.

"Selain itu, KAI berhasil melampaui target volume Angkutan Lebaran 2019 sebanyak 5,6 persen dari target yang telah ditetapkan yaitu 6,44 juta penumpang," ujar dia ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: 3,6 Juta Orang Mudik Naik Kereta Api

KAI mencatat puncak keberangkatan penumpang di periode mudik tahun ini jatuh pada H-4 yaitu hari Sabtu (1/6/2019) dengan volume sebanyak 293.181 penumpang. Sedangkan puncak arus balik jatuh pada H+2 yaitu hari Sabtu (8/6/2019) dengan lonjakan volume penumpang sebanyak 402.930 penumpang.

KA Logawa (Purwokerto-Jember PP) menjadi KA jarak jauh yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dengan total penumpang mencapai 41.331 penumpang. 

Peningkatan jumlah penumpang yang diangkut KA pada masa Angkutan Lebaran tahun ini terbilang signifikan, melebihi peningkatan tahun sebelumnya yang mencapai 6,6 persen.

Baca juga: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Kereta Api

"Analisa dari KAI, meningkatnya penumpang karena dioperasikannya beberapa kereta api baru yang pada 2018 enggak ada. Sebagai contoh KA Prabujawa, KA Pangandaran, KA Pangrango II dan KA Cilemai II," jelas Edi.

Selain itu, KAI pun telah menambah 310 kereta sejak Juli 2019.

Hal lain yang menyebabkan peningkatan jumlah penumpang seperti adanya penambahan mudik gratis yang diselenggarakan baik oleh pemerintah, juga BUMN serta pihak swasta sebesar 24 persen dari 160 ribu penumpang menjadi 198.000 penumpang.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X