Harga Saham Dekati Rp 30.000, BCA Belum Kepikiran "Stock Split"

Kompas.com - 20/06/2019, 07:08 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja di Menara BCA Jakarta, Rabu (14/11/2018) KOMPAS.com/Putri Syifa NurfadilahPresiden Direktur PT Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja di Menara BCA Jakarta, Rabu (14/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT bank Central Asia Tbk ( BCA) belum kepikiran untuk melakukan pemecahan nilai saham atau stock split, meskipun harganya terus melaju mendekati Rp 30.000 per saham.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan hingga saat ini saham perusahaan dengan kode BBCA di bursa masih sangat likuid karena investor masih terus melakukan trading saham perseroan.

"Tujuan stock split adalah untuk membuat saham lebih likuid. Namun sampai saat ini saham BBCA masih likuid. Kami belum ada rencana untuk stock split," kata Jahja, Rabu (20/6/2019).

Sampai kemarin, saham BCA terus menunjukkan trend kenaikan dan ditutup menguat 0,68 persen di posisi Rp 29.700 per saham.

Dalam sebulan belakangan ini, saham BBCA telah mengalami kenaikan sekitar 10 persen. Adapun dalam setahun, saham bank yang dikendalikan Djarum Group ini telah naik sekitar 38 persen.

Hal ini pula yang membuat BCA masuk sebagai bank domestik dengan kapitalisasi pasar terbesar. Bahkan perseroan juga bertengger sebagai bank dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar di Asia Tenggara.

Posisi BCA hanya sedikit lebih rendah dibandingkan DBS Bank asal Singapura dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai 51,38 miliar dollar AS per akhir Desember 2018 lalu yang menduduki urutan pertama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X