Ancol Bagikan Dividen Rp 84,79 Miliar

Kompas.com - 21/06/2019, 06:07 WIB
Pengunjung bermain air di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Kamis (6/6/2019). Hingga sore ini tercatat sekitar 100 ribu pengunjung memanfaatkan waktu libur Lebaran 2019 bersama keluarga di Taman Impian Jaya Ancol. ANTARA FOTO/DHEMAS REVIYANTOPengunjung bermain air di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Kamis (6/6/2019). Hingga sore ini tercatat sekitar 100 ribu pengunjung memanfaatkan waktu libur Lebaran 2019 bersama keluarga di Taman Impian Jaya Ancol.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk membagikan dividen sebesar Rp 53 per saham atau 37,96 persen dari total laba perseroan tahun 2018 yang sebesar Rp 223 miliar.

"Total dividen yang dibayarkan sebesar Rp 84,79 miliar," ujar Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/6/2019).

Selain untuk pembagian dividen, emiten berkode TIJA ini juga memutuskan 1 persen dari total laba 2018 atau Rp 2,23 miliar dijadikan laba ditahan.

Dalam RUPST yang dilakukan hari ini juga memutuskan perubahan direksi perseroan antara lain Teuku Sahir Syahali diangkat menjadi Direktur Utama menggantikan C. Paul Tehusijarana yang masa jabatannya berakhir.

Baca juga: Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp 11,2 Triliun

RUPST juga mengangkat dua Direktur Baru dalam rangka memperkuat jajaran manajemen, yaitu Hari Sundjojo dan Febby Intan, mengisi kekosongan yang ditinggal C Paul Tehusijarana dan Daniel Nainggolan yang masa jabatannya berakhir.

"Kami berharap ke depan manajemen semakin solid dan kompak. Karena kami mempunyai rencana strategis ke depan yang harus dikelola oleh orang-orang yang kompeten. Seperti rencana layanan berbasis digital. Nanti akan ada Digi Ancol, Ancol Aps, penerapan cashless untuk mempermudah konsumen," kata dia.

Sahir menjelaskan, ke depan akan banyak inovasi yang dikembangkan Perseroan baik dari segmen Rekreasi maupun Properti. Saat ini, katanya, segmen rekreasi masih mendominasi pendapatan hingga 90 persen.

"Pendapatan di 2018 sebesar Rp 1,3 triliun itu 90 persennya diperoleh dari rekreasi. Ke depan kami berharap nanti saatnya properti akan booming dan ambil porsi lebih. Bisa 40:60 persen," ucap dia.

Diketahui, saat ini belanja investasi 2019 sekitar Rp 800 miliar akan difokuskan untuk pengembangan infrastruktur di segmen rekreasi, seperti pengembangan wahana baru dan perluasan kawasan pantai, pembangunan kolam renang dan restoran serta investasi layanan digital.

Sementara untuk inovasi properti dalam tahap desain. "Kita sudah realisasikan capex sekitar Rp 500 - Rp 600 miliar," ungkap Sahir.

Untuk pendanaaan Capex, Sahir mengatakan Perseroan mengandalkan modal sendiri, obligasi dan pinjaman bank. "Kita punya nett cash cukup besar. Untuk obligasi kita punya PUB tahun ini sebesar Rp 1 triliun," ujar Sahir.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X