Pertemuan Trump-Xi di G20 Buka Peluang The Fed Pangkas Suku Bunga?

Kompas.com - 21/06/2019, 09:50 WIB
Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, berbicara dalam forum ekonomi. Keduanya menyepakati perdagangan senilai 250 miliar dolar AS atau Rp 3.379 triliun (9/11/2017). Fred Dufour/AFPPresiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, berbicara dalam forum ekonomi. Keduanya menyepakati perdagangan senilai 250 miliar dolar AS atau Rp 3.379 triliun (9/11/2017).

WASHINGTON, KOMPAS.com - Kepala Ekonom dan Kepala Penelitian untuk Asia Pasifik di ING, Rob Carnell mengatakan, pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada KTT G20 minggu depan dapat memengaruhi langkah bank sentral AS Federal Reserve pada pertemuan berikutnya.

Pada Kamis (20/6/2019), The Fed telah mengambil langkah untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil karena beberapa alasan. Kabarnya, pemangkasan suku bunga pun masih belum jelas akan diberlakukan 1-2 kali atau tidak sama sekali di akhir tahun 2019.

Namun, Ketua The Fed Jerome Powell akan membuka peluang untuk penurunan suku bunga, dengan catatan kebijakan Trump selanjutnya membuat dampak negatif berlebih kepada ekonomi Amerika. Carnell berpendapat, KTT G20 di Osaka bakal membuka peluang ini.

Baca juga: China Optimistis Pertemuan Xi Jinping-Trump akan Hasilkan Hal Positif

"Banyak peserta sekarang melihat alasan untuk kebijakan yang agak akomodatif telah menguat. Pertemuan antara para pemimpin dua ekonomi terbesar di dunia akan sangat penting," kata Rob Carnell dikutip dari CNBC, Jumat (21/6/2019).

Carnell mengatakan, The Fed memang mempertahankan suku bunga. Tapi segala sesuatu dapat berubah jika pertemuan di Jepang tidak berjalan dengan baik.

"Satu hal yang benar-benar dapat berubah adalah pertemuan di Osaka, jika mereka Trump dan Xi pergi saling mengguncang tentang perdagangan," kata Carnell.

Baca juga: Imbas Perang Dagang, Kini Giliran Apple dan Microsoft Surati Trump

Menurut Carnell, jika akhirnya Trump dan Xi Jinping pergi dengan hasil yang tidak baik dan meneruskan perang dagang serta perang tarif, The Fed akan melakukan pemotongan suku bunga cepat.

"Pada tahap itu, hal-hal itu harus dilakukan pemotongan suku bunga cepat. Sangat sedikit hal lain yang dapat memengaruhi sikap The Fed," ucap dia.

Apalagi, dalam pertemuan Federal Open Market Committe (FOMC) juga disebutkan aktivitas ekonomi naik pada tingkat moderat. Hal ini merupakan penurunan peringkat aktifitas ekonomi yang pada Mei lalu berada di kecepatan solid.

Dalam skenario dasarnya, anggota FOMC masih mengharapkan ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi dan bergerak menuju inflasi 2 persen. Tapi mereka sadar, ketidakpastian telah meningkat. Pelaku pasar pun prihatin dengan pertumbuhan ekonomi global, terutama di tengah panasnya perang dagang AS-China.




Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Daftar Bank yang Tawarkan Bunga Deposito Tertinggi

Ini Daftar Bank yang Tawarkan Bunga Deposito Tertinggi

Whats New
Menko Airlangga: Kasus Aktif Covid Turun, Pertumbuhan Belanja Nasional Meningkat

Menko Airlangga: Kasus Aktif Covid Turun, Pertumbuhan Belanja Nasional Meningkat

Whats New
Jelang Penetapan Suku Bunga BI, IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat

Jelang Penetapan Suku Bunga BI, IHSG Parkir di Zona Merah, Rupiah Menguat

Whats New
THR PNS Dibayar Full H-10 Idul Fitri, Swasta Paling Lambat H-7

THR PNS Dibayar Full H-10 Idul Fitri, Swasta Paling Lambat H-7

Whats New
Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Dukung RDMP Kilang Jangkah Menengah, PGN Bangun 2 Proyek Ini

Whats New
Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Kelola 97 Persen Infrastruktur Gas Bumi, PGN Siapkan Infrastruktur Terintegrasi

Rilis
IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Masih Betah di Zona Merah, Berikut Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Berakhir 30 April, Pahami Alur Pendaftaran dan Seleksi Sekolah Kedinasan

Whats New
Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Update Daftar Bandara AP II yang Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

[KURASI KOMPASIANA] Melihat Tantangan yang Dialami Perempuan Berkarier

Rilis
Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Harga Tiket Kereta Api Jakarta-Yogyakarta Terbaru Tahun 2021

Whats New
Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Bank BCA Buka 5 Lowongan Kerja untuk Lulusan Baru, Cek Syaratnya

Whats New
Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Kemenparekraf Segera Rampungkan Aturan Subsidi Ongkir, Ini Bocorannya

Whats New
Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Apa Itu Asuransi Unit Link: Definisi, Cara Kerja, Risiko dan Contohnya

Spend Smart
Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Bali Masuk Zona Merah Penyebaran Covid-19, Bagaimana Rencana Pembukaan Kawasan Wisata?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X