RI Dorong Pengusaha Digital Singapura Kembangkan Smart City Jawa Barat

Kompas.com - 21/06/2019, 12:24 WIB
Ilustrasi smart city Freepik/JcompIlustrasi smart city

SINGAPURA, KOMPAS.com – Indonesia bergerilya mendorong 30 orang penggiat Smart Cities Network dan ekonomi digital, serta investor Singapura untuk bekerja sama di pengembangan Smart City di provinsi Jawa Barat (Jabar).

Berbicara di acara Smart Cities Business Models & Considerations, Zooming-in on Bandung-Indonesia, yang dilaksanakan di Spectrum Co-working Space, Singapura, Kamis (20/6/2019), Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar, Setiaji menawarkan beberapa proyek investasi seperti pengelolaan sampah dan pengembangan kawasan industri terkait dengan pengembangan Smart City.

Setiaji menerangkan, jumlah penduduk Jabar adalah sebesar 48 juta jiwa dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,64 persen dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 13 persen. Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM atau HDI) sebesar 70,69 yang termasuk tinggi.

Baca juga: Menuju Smart City, Mulailah dengan Safe City...

“Dengan pertumbuhan ekonomi dan HDI yang tinggi, Jabar, khususnya Kota Bandung, memiliki banyak sumber daya manusia terampil sehingga mampu menarik minat berbagai perusahaan besar bahkan unicorn untuk memindahkan research & development centre-nya ke Bandung.”

Didukung pembangunan berbagai infrastruktur yang difokuskan ke pengembangan Smart Cities, Jabar menawarkan berbagai peluang kerja sama investasi, termasuk dalam skema Public Private Partnership (PPP), lanjut Setiaji.

Salah satu pengalaman sukses PPP adalah pengembangan Lulut-Nambo yang merupakan proyek waste treatment yang mengonversi limbah menjadi energi.

Baca juga: Menlu: Singapura Bangun Kerja Sama soal Smart City dan Digital Ekonomi

Setiaji menambahkan konektivitas juga bukan masalah lagi di Jabar dengan adanya bandara internasional Kertajati dan pelabuhan Patimban.

“Yang terpenting dalam pengembangan teknologi dan Smart Cities adalah harus mampu mendukung program Pemda dalam memberikan pelayanan optimal kepada seluruh masyarakat”, tutupnya.

Sementara itu Dubes Ngurah meyakinkan investor asal Singapura bahwa iklim investasi di Indonesia sangat kondusif dengan beberapa indikator positif seperti peningkatan indeks kompetitif tertinggi di Asia, investment grade meningkat dari BBB- menjadi BBB, stabilitas politik serta pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

“Investasi asal Singapura merupakan yang tertinggi selama 5 tahun terakhir dan Jabar merupakan destinasi terbesar kedua setelah Jakarta. Total investasi Singapura di Jabar tahun 2018 sebesar 1,5 juta dollar AS dengan 704 proyek atau 17 persen dari total investasi Singapura ke Indonesia.

Dengan kerja keras dan dukungan investor dalam pengembangan Smart Cities, Jabar bisa mengalahkan Jakarta sebagai tujuan investasi terbesar Singapura di Indonesia," ujar Dubes Ngurah.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X