Kompas.com - 23/06/2019, 15:04 WIB
Model memperagakan busana saat pembukaan Indonesia Fashion Week 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (27/3/2019). Ajang fashion terbesar se-Indonesia ini digelar mulai 27 Maret - 31 Maret 2019 dengan tema Cultural Values. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGModel memperagakan busana saat pembukaan Indonesia Fashion Week 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (27/3/2019). Ajang fashion terbesar se-Indonesia ini digelar mulai 27 Maret - 31 Maret 2019 dengan tema Cultural Values.


KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjajaki kerja sama dengan Instituto Marangoni di Italia untuk mengembangkan pelatihan bidang fashion.

Usai mengikuti International Labour Conference (ILC) Ke-108 di Jenewa, Swiss, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri melakukan kunjungan kerja ke Instituto Marangoni di Kota Milan, Italia.

Hanif bertemu Former Istituto Marangoni, Ms. Roberta Cesaro, dan jajaran Instituto Marangoni, Jumat (21/6/2019).

Menurut Hanif, kerja sama dengan Instituto Marangoni akan memberi banyak manfaat bagi Indonesia dalam mengembangkan industri fashion.

Pasalnya, Kota Milan lekat dengan julukan Kota Mode. Selain itu, Instituto Marangoni merupakan lembaga yang syarat pengalaman dalam melatih profesional dan teknisi di bidang mode kelas dunia.

Baca juga: Incar Anak Milenial BLK Segera Buka Jurusan Fashion Design

"Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan memandang perlu untuk benchmarking dan belajar tentang apa yang telah dilakukan institusi ini dalam memajukan industri mode/fashion di Italia dan internasional," kata Hanif dalam pernyataan tertulis, Minggu (23/6/2019).

Menaker menjelaskan, industri fashion atau mode merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang berperan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

"Industri ini telah menjadi pencipta nilai tambah, pencipta lapangan pekerjaan, juga sebagai penyumbang devisa," jelas dia.

Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dhakiri bertemu Former Istituto Marangoni, Ms. Roberta Cesaro, dan jajaran Instituto Marangoni di Kota Milan, Italia, Jumat (21/6/2019). Dok. Humas Kemnaker Menteri Tenaga Kerja M. Hanif Dhakiri bertemu Former Istituto Marangoni, Ms. Roberta Cesaro, dan jajaran Instituto Marangoni di Kota Milan, Italia, Jumat (21/6/2019).

Saat ini, fashion tengah digemari di Indonesia karena mengandung unsur budaya di dalamnya. Bisnis fashion pun memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia.

"Oleh karena itu, kerja sama untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing, khususnya tenaga terampil di industri fashion semakin penting dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang investasi ke depannya," ujar Hanif.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kemnaker terus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil di bidang fashion.

Salah satunya, ia melanjutkan, melalui pelatihan kejuruan fashion technology di BBPLK Semarang. Kejuruan itu merupakan upgrading dari kejuruan menjahit.

Baca juga: Di BLK Semarang, Kemnaker Buka Kejuruan Fashion Technology

Kemnaker membuat kejuruan tersebut agar peserta pelatihan tidak hanya kompeten dalam menjahit, namun juga berkompeten untuk menjadi fashion designer.

"Lembaga pelatihan ini perlu didukung dengan peningkatan kapasitas pelatihan dan program yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal maupun internasional," ujar dia.

Kemnaker menawarkan sejumlah point kerja sama diantaranya adalah kolaborasi program pelatihan profesional melalui exchange of ideas, projects, dan pameran busana bersama.

Fashion show dari peserta pelatihan kerja di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang  jurusan fashion technology, Selasa (13/11/2018).Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI Fashion show dari peserta pelatihan kerja di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang jurusan fashion technology, Selasa (13/11/2018).

Pemerintah juga menjajaki kerja sama untuk meningkatkan kapasitas lembaga pelatihan melalui capacity building instruktur dengan Training of Trainers (ToT); pemutakhiran peralatan pelatihan baik, perangkat lunak maupun perangkat keras; proyek bersama; dan program-program lain yang relevan dengan bidang fashion.

"Saya berharap, kunjungan kerja ini merupakan awal kolaborasi dan inisiasi kerja sama masing-masing institusi kedua negara, dan dapat mempererat hubungan antara Italia dan Indonesia, khususnya di bidang ketenagakerjaan," kata Hanif.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X