Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menhub Targetkan Pelabuhan Patimban Beroperasi Pertengahan Tahun Depan

Kompas.com - 24/06/2019, 05:39 WIB
Erlangga Djumena

Editor

SUBANG, KOMPAS.com -  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan, proyek pembangunan Pelabuhan Patimban sudah berjalan sesuai dengan rencana.

Menhub menargetkan Pelabuhan Patimban beroperasi pada pertengahan tahun 2020.

“Yang kita bisa rencanakan adalah mungkin April pertengahan tahun depan, kita akan mulai melakukan penggunaan pertama dari car terminal. Oleh karenanya saya akan koordinasikan supaya bisa diselesaikan, baru nanti akhir tahun 2020 selesai semuanya,” kata Budi dalam siaran pers yang diteruma Kompas.com Minggu (23/6/2019).

Dengan beroperasi pelabuhan pada pertengahan tahun 2020, pihaknya berharap akses jalan dari dan menuju pelabuhan juga selesai dibangun.

Baca juga: Kemenhub Gandeng PLN untuk Pasok Listrik di Pelabuhan Patimban

Menhub menyebut, saat ini progres pembangunan Pelabuhan Patimban sudah 29 persen. Sedangkan untuk car terminal yang akan beroperasi pertengahan tahun depan progresnya sudah mencapai 35 persen.

Dengan adanya Car Terminal di Pelabuhan Patimban ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas khususnya untuk ekspor-impor kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Selama ini, kendaraan berat termasuk angkutan ekspor-impor kendaraan menyumbang pada kemacetan lalu lintas khususnya ruas antara Bekasi-Tanjung Priok, Jakarta.

Car Terminal Pelabuhan Patimban ini nantinya memiliki kapasitas tampung 250.000 sampai 300.000 kendaraan per tahun.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan, pembangunan Pelabuhan Patimban bertujuan untuk mengurangi biaya logistik.

Dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan sebut dia, akan memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi Migas.

Pembangunan Pelabuhan Patimban dilaksanakan dalam 3 (tiga) Tahap. Tahap pertama, direncanakan akan dapat melayani 3.5 Juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU).

Tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUS. Kemudian, tahap ketiga  akan meningkat kembali hingga 7.5 Juta Teus.

Di samping proyek pembangunan pelabuhan oleh Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), juga tengah membangun akses jalan ke wilayah itu.

Secara umum, Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan Peti Kemas dan Kendaraan Bermotor yang diangkut menggunakan kapal-kapal berukuran besar.

"Nantinya Pelabuhan Patimban juga akan didukung area sarana penunjang (Backup Area) untuk mendukung efisiensi logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban seluas 356 Ha," sebut Agus.

Pemerintah berharap dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban dapat mengefisienkan biaya ekspor produk Indonesia ke luar negeri salah satunya produk otomotif.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Erick Thohir Sebut BUMN Ini yang Bisa Terdampak Konflik Iran-Israel

Erick Thohir Sebut BUMN Ini yang Bisa Terdampak Konflik Iran-Israel

Whats New
ASDP: Hanya 1,8 Persen Pemudik yang Datang ke Pelabuhan Tanpa Tiket di Periode Lebaran

ASDP: Hanya 1,8 Persen Pemudik yang Datang ke Pelabuhan Tanpa Tiket di Periode Lebaran

Whats New
H+5 Lebaran 2024, Kemenhub Catat 406.157 Kendaraan dan 2 Juta Orang Keluar Masuk Jabodetabek

H+5 Lebaran 2024, Kemenhub Catat 406.157 Kendaraan dan 2 Juta Orang Keluar Masuk Jabodetabek

Whats New
Konflik Iran-Israel, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Konflik Iran-Israel, Erick Thohir Minta BUMN Lakukan Hal Ini

Whats New
ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

ASN yang Pindah ke IKN pada Tahap Awal Bakal Dapat Tunjangan Pionir

Whats New
H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

H+5 Lebaran 2024, Pengguna Angkutan Umum Tercatat 1,06 Juta Penumpang

Whats New
Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21 Persen pada Kuartal I-2024

Aset Kelolaan Wealth Management BRI Tumbuh 21 Persen pada Kuartal I-2024

Whats New
MCAS Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar Tahun Ini, Buat Apa Saja?

MCAS Siapkan Belanja Modal Rp 84 Miliar Tahun Ini, Buat Apa Saja?

Whats New
KAI Siapkan KA Tambahan Relasi Solo Balapan-Pasar Senen PP Selama Arus Balik Lebaran

KAI Siapkan KA Tambahan Relasi Solo Balapan-Pasar Senen PP Selama Arus Balik Lebaran

Whats New
Mendag Zulhas Akan Revisi Aturan Impor Barang Kiriman PMI dan Barang Pribadi Penumpang

Mendag Zulhas Akan Revisi Aturan Impor Barang Kiriman PMI dan Barang Pribadi Penumpang

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Akhir Sesi Perdagangan

IHSG dan Rupiah Melemah di Akhir Sesi Perdagangan

Whats New
LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

LRT Jabodebek Layani 225.428 Penumpang Selama Libur Lebaran

Whats New
Tren Pembayaran Dividen Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Tren Pembayaran Dividen Berdampak pada Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Whats New
Mempermudah Kiriman Barang Pekerja Migran

Mempermudah Kiriman Barang Pekerja Migran

Whats New
BTN Posisi Ketiga Tempat Kerja Terbaik di RI untuk Pengembangan Karier

BTN Posisi Ketiga Tempat Kerja Terbaik di RI untuk Pengembangan Karier

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com