Bos Transjakarta Minta Anggaran Rp 100 Miliar untuk Operasikan Bus Listrik

Kompas.com - 24/06/2019, 07:38 WIB
(ki-ka) Pengamat Tatakota Yayat Supriatna, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, Dirut Transjakarta Agung Wicaksono, Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin, dan Moderator Brigitta Manohara saat diskusi media FUSE mengenai Kesiapan Bus Listrik Mengaspal di Jakarta, Minggu (23/6/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA(ki-ka) Pengamat Tatakota Yayat Supriatna, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, Dirut Transjakarta Agung Wicaksono, Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syafrudin, dan Moderator Brigitta Manohara saat diskusi media FUSE mengenai Kesiapan Bus Listrik Mengaspal di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur utama Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan, pihaknya akan mengajukan anggaran Rp 100 miliar untuk operasi bus listrik di tahun 2020.

"Anggaran untuk tahun 2020 kami ajukan kepada pemerintah sekitar Rp 100 miliar untuk operasi bus listrik ini," kata Agung Wicaksono dalam diskusi media FUSE mengenai Kesiapan Bus Listrik Mengaspal di Jakarta, Minggu (23/6/2019).

Agung mengatakan, anggaran Rp 100 miliar ini akan digunakan untuk pengadaan bus listrik. Namun, angka tersebut belum angka final. Nantinya, angka tersebut bisa meningkat ataupun berkurang tergantung dari uji coba.

Baca juga: Grup Bakrie Segera Uji Coba Bus Listrik Asal China

Adapun uji coba yang dilakukan antara lain, mempelajari aspek dari operasional bus, seperti apa saja yang harus disesuaikan, dampaknya di jalur, dan pelatihan pengemudi.

"Selama ini di malam hari armada isi bensin, sekarang armada di malam hari harus charging. Berapa lama yang dibutuhkan untuk charging dan berapa lama antrian yang diperlukan tentu akan berdampak pada operasional," ucap Agung.

Dengan dasar uji coba ini, kata Agung, pihaknya akan menyusun roadmap untuk mengetahui kapan bus Transjakarta siap untuk mengganti seluruh armada menjadi bus listrik.

"Baru nanti kita akan susun roadmap untuk mengkonversi seluruh armada, berapa lama waktu yang diperlukan untuk memberlakukan bus TJ jadi listrik," ucap dia.

Karena dilakukan secara bertahap, terang agung, nantinya pengoperasian bus listrik akan diprioritaskan untuk beberapa koridor sibuk, seperti koridor 1 dan koridor 6.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X