"Beauty Influencer" Bikin Penjualan Produk Kecantikan Kian Laris Manis

Kompas.com - 24/06/2019, 16:21 WIB
Ilustrasi kosmetik SHUTTERSTOCK/AFRICA STUDIOIlustrasi kosmetik

JAKARTA, KOMPAS.com - Produk kecantikan selalu mengalami peningkatan penjualan setiap tahunnya, termasuk penjualan di e-commerce. Apalagi saat ada momentum khusus di mana e-commerce menawarkan harga miring, produk kecantikan selalu laris manis.

Data Statista menunjukkan, jumlah pendapatan pasar kecantikan dan perawatan tubuh di Indonesia hampir menyentuh angka 6,9 miliar dollar AS pada 2019. Hal ini menunjukkan minat masyarakat yang besar terhadap produk tersebut.

Tidak hanya sukses melalui penjualan offline, industri ini juga berkembang pesat dan sukses di pasar online. Statista memprediksi 10 persen dari total pendapatan pasar kecantikan dan perawatan tubuh di Indonesia akan dihasilkan lewat penjualan online pada rentang waktu 2021 sampai dengan 2023.

Baca juga: Sempet Mengamen, Sendi Kini Jadi Bos Kosmetik Beromzet Miliaran Rupiah

Senior Brand Manager Y.O.U Makeup Dickson Leo mengatakan, internet dan e-commerce memberikan pembaruan kepada industri kecantikan. Salah satunya adalah bertumbuhnya komunitas kecantikan berbasis online serta pembuat konten atau beauty influencer yang kian marak bermunculan di ranah digital.

“Kehadiran beauty influencer memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap industri yang kami geluti dengan cara yang sepenuhnya baru,” ujar Leo dalam keterangan tertulis, Senin (24/6/2019).

Pola belanja konsumen melalui e-commerce memungkinkan mereka untuk belanja kapan saja dan di mana saja. Leo mengatakan, dengan menampilkan testimoni, ulasan, video tutorial, dan sebagainya, memungkinkan konsumen untuk mengambil keputusan pembelian.

 

Baca juga: Cerita Tiara, dari Karyawan Menjadi Bos Produk Kosmetik

Konsumen tidak perlu lagi mengunjungi toko untuk mempelajari cara terbaik menggunakan produk atau menciptakan tampilan baru. Cukup dengan menonton video tutorial di rumah, mereka bisa sambil belajar menggunakannya.

Selain itu, penerapan strategi multi-channel yang lebih personal. Menurut Leo, setiap segmentasi konsumen memiliki preferensi masing-masing dalam menilai dan memilih platform e-commerce.

"Ini bukan soal seberapa banyak channel pemasaran yang digunakan, tetapi tentang memberikan konsumen pilihan untuk berbelanja di channel mana pun yang mereka sukai dan kemudian menaruh perhatian besar pada channel yang terbukti paling menguntungkan,” kata Leo.

Baca juga: Perusahaan Kosmetik Korea Selatan Bidik Pasar Muslim

Meski banyak perubahan dalam industri, namun persaingan masih kuat. Banyak hal yang perlu dilakukan untuk tetap berada di garis terdepan dalam industri tersebut.

“Menjalankan official online store yang sukses membutuhkan strategi dan perencanaan dengan eksekusi sebaik-baiknya," sebut Leo.

Oleh karena itu, ia bermitra dengan salah satu e-commerce enabler, Jet Commerce, untuk merambah pasar online dan memberikan pengalaman belanja terbaik kepada konsumen.

Secara keseluruhan, produk yang termasuk dalam kategori health and beauty di Jet Commerce menjadi produk terlaris kedua selama Ramadhan 2019. Beberapa produk yang diburu konsumen antara lain perawatan wajah, perawatan tubuh, perawatan rambut, perlengkapan makeup, dan pembersih makeup.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X