Harga Ayam Ras Anjlok, Peternak Menjerit

Kompas.com - 25/06/2019, 06:12 WIB
Pedagang ayam di Pasar Sentral Inhutani memindahkan ayam dari keranjang untuk disembelih, Kamis (26/7/2018). KOMPAS.com/SUKOCOPedagang ayam di Pasar Sentral Inhutani memindahkan ayam dari keranjang untuk disembelih, Kamis (26/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Peternak mengeluhkan rendahnya harga jual ayam ras yang tak sebanding dengan harga biaya produksinya.

Bahkan sebagai bentuk protes merosotnya harga ayam, Asosiasi Peternak Yogyakarta (Apayo) menginisiasi pemberiaan 5.000 ekor ayam ras gratis kepada masyarakat.

Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengatakan, rendahnya harga jual tersebut dirasakan oleh para peternak daerah lainnya. Rendahnya harga ini sudah terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sebelum Lebaran dan di Jawa Barat sesudah lebaran.

"Saat ini rata-rata harga daging ayam ras di tingkat peternak berkisar Rp 10.000 per kilogram (kg), sementara harga biaya produksi sudah mencapai Rp 18.500 per kg," ucap dia seperti dikutip dari Kontan.co.id, Senin (24/6/2019).

Baca juga: Prihatin Harga Ayam Murah, Peternak Bagi-bagi 5.000 Ayam Gratis

Gopan berharap pemerintah dapat mengatasi hal tersebut, khususnya dengan melibatkan peran perusahaan-perusahaan peternakan besar.

Sugeng memandang, industri hilir khususnya peternak kecil dan tradisional dirasakan tidak mendapat perhatian. Padahal 80 persen ayam yang dipasarkan saat ini dalam bentuk ayam ras atau ayam hidup (life birth) bukan ayam karkas. Ayam karkas sendiri mempunyai nilai jual yang hampir menyentuh Rp 30.000 per kg. 

Dia menyebut, harga ayam ras di tingkat peternak bahkan pernah mencapai Rp 6.000 per kg hingga Rp 7.000 per kg. Sementara harga ayam di tingkat konsumen sudah mencapai Rp 35.000 per kg.

Sugeng mengatakan, kondisi itu sangat memukul peternak. Apalagi, peternak membutuhkan biaya produksi yang besar.

"Ini sekaligus menjelaskan bahwa koordinasi antara kementerian perdagangan dan pertanian kurang baik," ucap dia.

Baca juga: Harga Ayam Naik, Pebisnis Tak Perlu Panik

Menurut Sugeng, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018 tentang harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen tidak berjalan dengan baik.

Sementara itu menurut Ketua Asosiasi Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi mengatakan, kondisi saat ini perlu koordinasi antar kementerian dan lembaga pemerintah yang tepat. Rapat koordinasi terbatas itu perlu, antara Kementerian Pertanian, Kemendag, Satgas Pangan, juga Bulog.

"Kalau hanya meminta perusahaan peternakan besar menyerap semuanya, menurut saya, mereka pun cold storage-nya sudah kepenuhan," ujar dia.

Musbar nampaknya memaklumi kalau ada over supply di tengah pasar, namun yang menjadi keanehan bagianya mengapa ayam karkas dapat menjulang tinggi harganya ketimbang harga ayam ras. (Agung Hidayat)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.ide dengan judul Para peternak menjerit harga ayam ras jatuh

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X