Hadapi Industri 4.0, Ini yang Harus Disiapkan Indonesia

Kompas.com - 25/06/2019, 10:41 WIB
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk dalam sebuah diskusi di kantor Populi Center, Jakarta Barat, Kamis (15/11/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk dalam sebuah diskusi di kantor Populi Center, Jakarta Barat, Kamis (15/11/2018).

DEPOK, KOMPAS.com - Bangsa yang bisa survive adalah bangsa yang bisa solid secara internal (dalam negeri), dan mampu beradaptasi secara cepat terhadap perkembangan dunia global saat ini.

Hal itu disampaikan Guru Besar Psikologi Politik Hukum UI Hamdi Muluk dalam diskusi Forum Kebangsaan UI dengan tema NKRI Sebagai Basis Kesatuan Ekonomi dalam Menghadapi Ketidakpastian Global di Depok, Senin (24/06/2019).

“Lebih khusus lagi, titik fokus adalah pada pemetaan pola pikir dan pola sikap manusia Indonesia (SDM) untuk sanggup bersaing di era revoluai industri 4.0,” tutur Hamdi Muluk.

Menurut dia, secara keseluruhan untuk maju diperlukan modal ekonomi, modal institusional, sosial, budaya, dan psikologis.

Baca juga: Mengapa Indonesia Tertinggal dari Vietnam?

“Tanpa mengesampingkan modal ekonomi, institusi, maka tampaknya tindakan terencana untuk memperkuat basis modal sosial, modal budaya, dan modal psikologis dalam sebuah desain yang luas semacam “Neo - Revolusi mental” adalah proyek strategis Indonesia paling tidak untuk 20-30 tahun ke depan,” kata dia.

Untuk ini, dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 diperlukan manusia Indonesia yang punya etos integritas, kerja keras, dan semangat nasionalisme.

Di tempat yang sama, Wakil Presiden Indonesia ke-6, Try Sutrisno menyampaikan bahwa walaupun zaman selalu berubah, yang terpenting sebagai orang Indonesia harus tetap berpegang pada Pancasila.

“Ya kalau bangsa itu jati dirinya, dari ekonomi kita aja ekonomi Indonesia, Indonesia kan ada Pancasila-nya. Dengan Pancasila itu ada pemerataan, kesejahteraan, gotong royong,” ujar Try Sutrisno.

Dia mengatakan, masyarakat Indonesia tidak perlu takut dengan perkembangan zaman saat ini, melainkan tetap terus berpegang pada ideologi Pancasila itu sendiri. Orang indonesia harus memiliki kepribadian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X