RI Targetkan Kirim 70.000 Tenaga Kerja Ahli ke Jepang

Kompas.com - 25/06/2019, 12:09 WIB
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri sebagai perwakilan Indonesia menyampaikan, deklarasi ini menuntut semua negara untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan kerja masa depan, Jumat (21/6/2019)Dok. Humas Kemnaker Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri sebagai perwakilan Indonesia menyampaikan, deklarasi ini menuntut semua negara untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan kerja masa depan, Jumat (21/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menargetkan bisa mengirim 70.000 tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW) untuk bekerja di Jepang.

"Berdasarkan arahan Wakil Presiden (Jusuf Kalla), Pemerintah Indonesia menargetkan agar tenaga kerja Indonesia dapat memenuhi 20 persen atau 70.000 orang dari kuota tersebut,” ujar Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Menurut Hanif, saat ini pemerintah Jepang membuka peluang kerja pada 14 sektor bagi tenaga kerja asing SSW. Total kuota SSW untuk seluruh negara, termasuk Indonesia adalah 345.150 tenaga kerja.

Kebijakan itu dikeluarkan lantaran Jepang akan mengalami kekurangan tenaga kerja dan populasi yang menua atau aging society. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dengan usia produktif, Jepang harus merekrut tenaga kerja asing.

Baca juga: Kekurangan Tenaga Kerja, Jepang Gandeng Indonesia

Untuk menghadapi masalah tersebut, pada 1 April 2019, pemerintah Jepang mengeluarkan kebijakan baru terkait regulasi keimigrasian, yaitu residential status baru bagi SSW (TKA berketerampilan spesifik) yang akan bekerja ke Jepang.

"Kita harus menyesuaikan sistem dan kurikulum pelatihan di BLK dengan kebutuhan sektor industri di Jepang sehingga lulusan BLK sesuai dengan standar yang diharapkan, termasuk juga kemampuan Bahasa Jepang,” kata Hanif.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat menjalin kerja sama di bidang penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW) untuk bekerja di Jepang.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) oleh Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang untuk Indonesia, Mr. Masafumi Ishii.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X