Tahun Ini, PLN Operasikan 3 Proyek Kelistrikan di Sumatera

Kompas.com - 25/06/2019, 12:47 WIB
Ilustrasi listrikShutterstock Ilustrasi listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dipandang siap dalam memenuhi kebutuhan listrik, khususnya para pelanggan industri. In terlhat dalam upaya PLN memastikan pasokan listrik bagi Kawasan-kawasan Ekonomi Khusus ( KEK), Kawasan Industri (KI) dan pelanggan-pelanggan besar lainnya.

“Saya melihat PLN lebih dari siap dalam upaya memenuhi kebutuhan dan pertumbuhan dunia industri. Pemerintah seyogiyanya mensinkronkan antara rencana industrial dengan kapasitas pasokan (listrik) yang sudah disiapkan PLN," kata Iwa Garniwa Mulyana, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI) dalam keterangannya, Selasa (25/6/2019).

Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, total daya yang dipasok PLN untuk pelanggan besar adalah 22.461 Mega Volt Ampere (MVA). Sementara pelanggan yang sudah tersambung hingga Oktober 2018 adalah 810 MVA.

 Baca juga: PLN Cetak Laba Rp 4,2 Triliun di Kuartal I 2019

Secara umum, Iwa menilai kesiapan infrastuktur PLN juga sudah lebih dari cukup dalam upaya memenuhi pasokan listrik yang dibutuhkan industri modern.

Di Sumatera, misalnya, PLN dalam tahap pembangunan interkoneksi dari Sumatera Selatan hingga Aceh. Awal 2019, PLN menyelesaikan dan mengoperasikan tiga proyek transmisi kelistrikan di Sumatera.

Saat ini dari Brastagi di Sumatera Utara hingga Kutacane di Aceh, sudah tersambung oleh jaringan transmisi listrik 150 kilo Volt (kV) sepanjang 110 kms yang ditopang dengan 345 tower. Untuk menambah keandalan listrik di Kutacane, PLN juga telah mengoperasikan gardu induk (GI) kapasitas 30 Mega Volt Ampere (MVA).

Selain itu, PLN telah menyambung transmisi listrik 150 kV sepanjang 65,8 kms antara Seputih Banyak ke Menggala, Lampung. Proyek ini resmi beroperasi per 29 Desember 2018 lalu.

Penyambungan tersebut membuat transfer listrik dari Sumatera bagian selatan ke Lampung makin andal.

Baca juga: PLN Bagikan Diskon Tarif Listrik Untuk Industri dan Bisnis di Periode Lebaran

Sedangkan di Riau, seperti diungkapkan Direktur Bisnis PLN Regional Sumatera Wiluyo Kusdwiharto, PLN mengoperasikan tambahan trafo berkapasitas 60 MVA di Gardu Induk Pasir Putih. Satu trafo ini menambah kapasitas GI Pasir Putih menjadi total 120 MVA.

Menurut Wiluyo, pembangunan trafo baru bisa untuk menambah jumlah pelanggan. Artinya, selain memperkuat keandalah transfer listrik, pemasangan trafo juga bisa meningkatkan penjualan PLN di sekitar Pasir Putih.

Sepanjang tahun lalu, pemerintah melalui PLN telah membangun 4.950 kms jaringan transmisi dan 20.645 MVA gardu induk. Angka ini merupakan penambahan terhadap 9.617 kms yang telah beroperasi sampai Februari lalu.

Baca juga: 2018, PLN Raup Laba Bersih Rp 11,6 Triliun

Khusus untuk Gardu Induk (GI), PLN telah mengoperasikan 37.628 MVA. Di luar itu, 38.289 MVA masih dalam tahap konstruksi, dan 33.542 lainnya dalam tahap pra konstruksi.

Proses pembangunan transmisi dan GI tersebut tergolong cepat. Dari 109.459 MVA yang harus dibangun, PLN telah mengoperasikan sebanyak 34 persen, dan 35 persen sedang proses pembangunan.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X