Ini Keunggulan BigPay, Calon Pesaing Baru Go-Pay dan OVO

Kompas.com - 25/06/2019, 13:11 WIB
Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan di Jakarta, Senin (4/3/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIADirektur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan di Jakarta, Senin (4/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai AirAsia berencana menghadirkan alat pembayaran digitalnya, BigPay ke Indonesia tahun ini. Nantinya kehadiran BigPay akan menjadi pesaing baru Go-Pay atau OVO.

Saat ini BigPay sudah diluncurkan di Malaysia, negara asal maskapai AirAsia dan akan dikembangkan dibeberapa negara yang merupakan jaringan destinasi AirAsia termasuk Indonesia.

Direktur Utama AirAsia Indonesia Dendy Kurniawan mengungkapan, BigPay memiliki sejumlah keunggulan bagi penggunanya.

"BigPay bukan hanya memberikan harga yang menarik bila customer membeli tiket dengan BigPay," ujarnya di Jakarta, Senin (25/6/2019).

Baca juga: IMF: Bank Sentral Seluruh Dunia Perlu Mempertimbangkan untuk Menerbitkan Uang Digital

BigPay kata Dendy, bisa ditransfer antar pengguna. Tidak hanya di dalam negeri namun juga ke luar negeri. Jadi pengiriman uang tidak perlu lagi ke bank, cukup via aplikasi.

Hal itu sangat bermanfaat lanjut Dendi. Sebab pengguna BigPay tidak perlu membayar biaya transfer melalui bank. Pengirimannya pun dipastikan cepat karena realtime.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, BigPay juga bisa digunakan dalam foreign exchange perdagangan atau transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara dengan negara lain.

Hal ini kata Dendy, bisa dilakukan karena AirAsia memiliki dan mengelola banyak mata uang yang berasal dari pembayaran tiket pesawat diberbagai negara.

"Jadi misalnya punya account BigPay Rp 10 juta, terbang ke Jepang maka akan ada notifikasi tawaran konversi menjadi Yen. Begitu juga saat terbang ke negara lain," kata Dendy

"Kami jamin kurs yang digunakan nanti adalah kurs yang terbaik, lebih baik dari bank, apalagi money changer. Karena kami enggak perlu tukar lagi dengan perbankan," sambung dia.

AirAsia menambahkan, akan menggandeng mitra bisnis lainnya agar nantinya BigPay bisa digunakan untuk berbagai transaksi mulai dari hotel, restoran hingga sewa kendaraan.

AirAsia Indonesia menargetkan akan membawa BigPay pada tahun ini ke Indonesia. Saat ini AirAsia perlu mengurus berbagai izin terutama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Garuda Tak Boleh Terbang ke Hong Kong | Kompensasi Rp 7,3 Triliun untuk Korban Boeing 737 MAX

[POPULER MONEY] Garuda Tak Boleh Terbang ke Hong Kong | Kompensasi Rp 7,3 Triliun untuk Korban Boeing 737 MAX

Whats New
Ini Insentif Pajak yang Diperpanjang Sri Mulyani Hingga Akhir Tahun

Ini Insentif Pajak yang Diperpanjang Sri Mulyani Hingga Akhir Tahun

Whats New
Penyaluran Kredit Perbankan Hingga Mei 2021 Masih Terkontraksi

Penyaluran Kredit Perbankan Hingga Mei 2021 Masih Terkontraksi

Whats New
Gandeng Swasta, Kemenhub Mulai Pengembangan Pelabuhan di Gorontalo Tahun Ini

Gandeng Swasta, Kemenhub Mulai Pengembangan Pelabuhan di Gorontalo Tahun Ini

Whats New
Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X