KILAS

Ekspor Pertanian Naik, Petani Makin Sejahtera

Kompas.com - 25/06/2019, 14:00 WIB
Ilustrasi petani beras di Indonesia ShutterstockIlustrasi petani beras di Indonesia

Baca jugaIni Upaya Kementan untuk Genjot Ekspor Pertanian

Tingkatkan pertumbuhan ekonomi

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menjelaskan, kenaikan tajam nilai ekspor Mei 2019 dan semester I tahun ini merupakan hasil pemfokuskan program Kementan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ekspor dan investasi.

Untuk mendorong ekspor, salah satunya Kementan mengeluarkan kebijakan mempermudah perizinan eskpor dengan waktu pengurusan singkat, yakni sekitar 3 jam. 

"Padahal sebelumnya membutuhkan waktu yang cukup lama yakni 312 jam," jelasnya.

Menurut Kuntoro Boga, salah satu implementasi kebijakan tersebut adalah menerapkan sistem layanan karantina jemput bola (inline inspection) yang akan turut mendukung pembangunan kawasan pertanian berbasis keunggulan komparatif dan kompetitif. 

"Sistem ini juga langsung mengatur registrasi kebun, sertifikasi packaging house, dan pembinaan mutu antara eksportir, petani, dan Atase Pertanian sebagai market intelegent," ujarnya.

Baca jugaNaikan Ekspor Pertanian, Indonesia dan Iran Buat Protokol Karantina

Lebih lanjut, Kuntoro Boga menyebutkan capaian pembangunan sektor pertanian 2014 - 2018 meningkat drastis.

Data BPS mencatat, PDB sektor pertanian naik Rp 400 triliun sampai Rp 500 triliun. Sementaea itu, total akumulasi mencapai Rp 1.370 triliun.

Salah satu faktor yang mendongkrak peningkatan PDB pertanian adalah peningkatan ekspor. 

Pada kurun waktu yang sama, peningkatan ekspor diperkirakan mencapai 9 sampai 10 juta ton.

"Jika pada 2013 ekspor hanya mencapai 33 juta ton, maka pada 2018 ekspor pertanian mencapai 42 juta ton. Ekspor kita meningkat itu atas kerja keras kita semua," sebutnya.

Baca jugaGenjot Investasi dan Ekspor Pertanian, Kementan Kadin Perkuat Sinergi

Kemudian, sambungnya, pertumbuhan ekonomi pertanian baru-baru ini telah mencapai 3,7 persen. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 3,5 persen.

Kemudian, dari sisi inflasi pangan periode 2014-2017, adanya penurunan signifikan sebesar 88,1 persen, yakni dari 10,57 persen menjadi 1,26 persen.

"Capaian ini merupakan hasil kerja keras Kementan bersama semua pihak. Ke depan, program terobosan pertanian tentu harus diteruskan agar peningkatan nilai ekspor semakin meningkat dan diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan petani," pungkas Kuntoro Boga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X