Sejumlah Gerai Giant Ditutup, Ini Penjelasan Manajemen

Kompas.com - 25/06/2019, 17:51 WIB
Ada diskon  besar, Giant Extra Jatimakmur Kota Bekasi dipenuhi pengunjung, Minggu (23/6/2019).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Ada diskon besar, Giant Extra Jatimakmur Kota Bekasi dipenuhi pengunjung, Minggu (23/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang 2018, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) telah menutup 26 gerai.

Terbaru, pada 28 Juli 2019 nanti Hero bakal menutup kembali enam gerai dengan brand Giant yakni Giant Express Pondok Timur, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.

Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo membenarkan informasi akan ditutupnya enam gerai Giant pada 28 Juli 2019 nanti.

“Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen,” katanya kepada Kontan.co.id melalui surat elektronik pada Selasa (25/6/2019).

Baca juga: 6 Gerai Giant di Jakarta, Depok, dan Bekasi Tutup, Ini 5 Faktanya

Hadrianus yakin bahwa sampai saat ini merek Giant masih menjadi merek yang kuat. Akan tetapi karena alasan yang diungkapkan Hadrianus sebelumnya, maka HERO perlu melakukan adaptasi agar bisa bersaing secara efektif dengan menerapkan program multi-year transformation. Strateginya, HERO perlu mengubah dan menyegarkan kembali penawaran untuk pelanggannya.

Sampai 31 Mei 2019, HERO memiliki 125 gerai Giant. Artinya pada 28 Juli 2019 jika tidak ada penambahan gerai lainnya, total gerai Giant bakal berkurang menjadi 119 gerai.

Penutupan gerai tentu memberikan juga dampak bagi karyawan yang bekerja di enam gerai tersebut. Terkait hal itu, kata Hadrianus, HERO telah berkomunikasi dengan semua karyawan yang terlibat.

“Kami menyadari ini menjadi periode yang sulit bagi rekan kerja yang terdampak dan kami selalu memastikan transisi akan berjalan dengan adil dan sebaik mungkin,” tambahnya.

Baca juga: Tutup Sejumlah Toko di Jabodetabek, Giant Tebar Diskon Hingga 50 Persen

Soal rencana ekspansi HERO, Hadrianus juga belum bisa mengungkapkan berapa gerai Hero maupun Giant yang akan dibuka di tahun ini. Yang pasti, ritel dengan konsep supermarket dan hypermarket tahun ini dinilai Hadrianus memang menghadapi tantangan berupa persaingan yang ketat.

Selain itu, pelanggan yang mengubah cara berbelanja juga jadi sorotan manajemen HERO. Untuk itu, program multi-years transformation yang menjadi fokus HERO di antaranya adalah melibatkan penataan ulang ruang usaha, meningkatkan kualitas, skala dan kesegaran di seluruh toko, dan menyesuiakan general merchandise untuk memberikan nilai lebih ke pelanggan.

Sebagai catatan di tahun 2018, pendapatan HERO memang turun tipis dari Rp 13,03 triliun di tahun 2017 menjadi Rp 12,97 triliun. Rugi perusahaan di tahun itu juga meningkat dari Rp 249,32 di 2017 miliar menjadi Rp 1,25 triliun di 2018.

Baca juga: Giant Tutup 6 Gerai, Ini Tanggapan Aprindo

Adapun sampai kuartal I 2019 pendapatan HERO naik tipis dari Rp 3,04 triliun di kuartal I 2018 menjadi Rp 3,06 triliun. Sementara rugi tahun berjalan turun dari Rp 4,13 miliar menjadi Rp 3,52 miliar.

HERO sendiri memiliki beberapa merek gerai yakni Hero, Giant, Guardian dan IKEA. (Harry Muthahhari)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Tutup enam gerai, Dirut HERO: Giant harus adaptasi agar bisa bersaing

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X