9 BUMN Diboyong ke Laos, Incar Proyek Infrastuktur hingga Tambang

Kompas.com - 26/06/2019, 10:43 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAMenteri BUMN Rini Soemarno.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Rini Soemarno memboyong 9 perusahaan plat merah ke Vientiane, Laos pada Selasa (25/6/2019).

Hal ini dilakukan bersamaan dengan pertemuan Menteri BUMN dengan Perdana Menteri (PM) Republik Demokratik Rakyat Laos Thongloun Sisoulith.

"Kami melihat beberapa peluang bisnis yang dapat dikembangkan bersama di bidang pertambangan, pertanian, dan insfrastruktur," kata Rini seperti dikutip dari siaran pers, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Pertemuan itu membahas penjajakan peluang kerja sama bisnis BUMN Laos pada berbagai bidang mulai dari infrastruktur kereta api, pertanian hingga pertambangan.

Pada kunjungan itu pula, sejumlah BUMN melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan Phonsavanh Group yang telah mendapat dukungan dari Pemerintah Laos, yaitu Petrotrade dan Phaiboun Trading Import and Export.

Pada bidang infrastruktur dan  transportasi, Indonesia Railway Development Consortium (IRDC) yang terdiri dari PT Industri Kereta Api (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk sepakat menjajaki kerjasama dengan Petrotrade dalam bidang pengembangan jalur kereta api dari Thakek di Laos ke Pelabuhan Vung Ang di Vietnam.

Untuk bidang pertambangan, PT Timah Tbk dan Petrotrade bersepakat untuk melakukan eksplorasi area pertambangan prospektif hingga proses pengolahan. Tujuannya yakni menemukan sumber baru bahan baku pupuk NPK yaitu KCL (Kalium Klorida).

Untuk hal itu, PT Pupuk Indonesia siap andil sebagai offtaker (pembeli) yang akan menyerap bahan baku pupuk tersebut. Adapun PT Bukit Asam Tbk yang sepakat melakukan kerjasama jual beli batu bara dengan Petrotrade.

Sementara di bidang pertanian, PT Perkebunan Nusantara bersama PT Pupuk Indonesia dan Perum Bulog juga menjalin kerjasama dengan Phaiboun Trading Import and Export.

Rini mengatakan, kinerja BUMN Indonesia terus mengalami peningkatan. Tercatat pada 31 Desember 2018, total aset BUMN mencapai 573,93 miliar dollar AS. Naik dari 2015 yang baru mencapai 402,8 miliar dollar AS.

Laba keseluruhan BUMN juga mengalami peningkatan. Di tahun 2015, laba BUMN sebesar 10,49 miliar dollar AS, namun pada 2018, meningkat menjadi 15 miliar dollar AS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X