Mau Hidup Lebih Mapan Meski Pas-pasan? Simak Cara Atur Keuangan Ini

Kompas.com - 27/06/2019, 11:52 WIB
Ilustrasi menabung. ShutterstockIlustrasi menabung.

Namun jika mendesak, Dini menyarankan untuk melihat sifat hutang tersebut. Jika hutang produktif yang asetnya bisa dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi atau setara, maka diperbolehkan.

"Tapi kalau hutang jahat, ya lebih baik enggak, ya," saran dia.

Adapun, hutang yang baik adalah hutang yang maksimalnya hanya 30 persen dari penghasilan.

4. Persiapkan Investasi

Jika Anda telah memiliki tabungan dan dana darurat, langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah berinvestasi untuk kebutuhan jangka menengah hingga jangka panjang.

Dini menyarankan investasi obligasi bagi pemula. Sebab, instrumen obligasi dijamin pemerintah dan diatur oleh Undang-Undang yang sah.

"Jadi obligasi adalah salah satu yang saya sarankan. Kemudian untuk pasar modal lain seperti saham dan sejenisnya, saya rasa sekarang juga sudah bisa untuk semua orang. Banyak yang menawarkan investasi saham dengan modal Rp 100.000," ucap Dini.

5. Kendalikan Diri dari Diskon

Semua hal yang telah Anda lakukan di atas akan percuma jika Anda tidak bisa mengendalikan diri dari diskon dan promo. Semua jenis diskon dan promo, sebaiknya kembalikan lagi ke kebutuhan diri Anda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dini mencontohkan, jika Anda ingin beli microwave karena Anda butuh, justru diskon tersebut berperan bagus karena bisa memangkas pengeluaran Anda.

"Tapi kalau mau beli HP baru yang sebetulnya kita enggak butuh-butuh banget, ya lebih baik enggak usah. Jadi selalu tanyakan ke diri sendiri, ini keinginan atau kebutuhan," saran Dini.

Selain mengendalikan diri terhadap diskon, Anda juga harus mengendalikan diri dari jahatnya media sosial. Media sosial cenderung memberikan pandangan hidup untuk kesenangan semata.

"Dengan eranya media sosial kita pasti ingin terlihat punya uang, sukses, bisa liburan seperti orang-orang. Padahal belum tentu yang mereka tampakkan itu uang yang mereka hasilkan. Bisa jadi itu gesek kartu kredit, atau bisa jadi orang itu sudah nabung bertahun-tahun. Kita enggak pernah tahu ceritanya orang," jelas Dini.

"Apapun yang kalian lihat di sosial media, jangan ditelan mentah-mentah," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.