Pemerintah Anggarkan Belanja Kementerian Rp 854 Triliun

Kompas.com - 27/06/2019, 14:47 WIB
Suasana rapat pemerintah bersama Badan Anggaran DPR RI di gedung Nusantara II, DPR RI, Selasa (30/10/2018). Dalam rapat ini, pemerintah bersama Banggar menyepakati RUU APBN 2019 untuk dibawa ke rapat paripurna hari Selasa (30/10/2018). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASuasana rapat pemerintah bersama Badan Anggaran DPR RI di gedung Nusantara II, DPR RI, Selasa (30/10/2018). Dalam rapat ini, pemerintah bersama Banggar menyepakati RUU APBN 2019 untuk dibawa ke rapat paripurna hari Selasa (30/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajukan anggaran belanja pemerintah pusat untuk Kementerian Lembaga atau K/L pada 2020 sebesar Rp 854 triliun.

Angka tersebut lebih rendah 0,2 persen jika dibandingkan dengan anggaran belanja K/L pada 2019 yang sebesar Rp 855,4 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, meskipun masih bisa berubah, penurunan anggaran belanja lantaran pemerintah fokus belanja lebih efisien dan efektif pada 2020.

"Ini awal yang kita tetapkan sedikit turun dibanding pagu 2020 yang mencapai Rp 855,4 triliun. Ini masih sangat sementara tentunya, dalam waktu berjalan akan direview pemerintah," kata dia ketika rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, di Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Pemilu, Belanja Perjalanan Dinas ASN Meningkat Jadi Rp 15,1 Triliun

Pemerintah pun tengah berupaya untuk mengefisiensikan anggaran belanja barang 2020 untuk disalurkan ke anggaran belanja modal.

Pasalnya, secara rata-rata sejak 2014, pertumbuhan belanja K/L meningkat 8,2 persen per tahun. Jika dirinci, masing-masing untuk belanja pegawai tumbuh 9,5 persen, belanja barang tumbuh 14,3 persen. Adapun pertumbuhan rata-rata belanja modal dalam lima tahun terakhir hanya 4,1 persen.

"Untuk dukung prioritas pemerintah, efisiensi belanja barang K/L diupayakan supaya bisa dialihkan ke belanja produktif. Ini arah belanja K/L secara umum," ujar Askolani.

Baca juga: Anggaran Kementerian Keuangan Tahun 2020 Diusulkan Rp 44,39 Triliun

Namun, pemerintah masih terkendala keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah untuk belanja modal.

Sehingga, pemerintah juga telah mempersiapkan alternatif skema pembiayaan misalnya, melalui Lembaga Manajemen Aset Negara atau LMAN maupun Transfer Ke Daerah dan Dana Desa atau TKDD.

"Kendala percepatannya kemampuan fiskal kita terbatas, di sisi lain fokus belanja banyak. Sehingga, pembangunan infrastruktur ini kalau kita lihat hasilnya belum secepat yang kita harapkan. Arah 2020 ini akan kita perkuat, karenanya  seperti melalui LMAN," tukas dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X