Anggota DPR Ini Kritik Strategi Pembangunan Jokowi

Kompas.com - 27/06/2019, 17:36 WIB
Ilustrasi proyek infrastrukturKementerian PUPR Ilustrasi proyek infrastruktur

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dalam anggaran belanja APBN 2020 akan lebih fokus pada pembangunan sumber saya manusia ( SDM). Hal tersebut sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo setelah dalam lima tahun pemerintahannya fokus pada pembangunan infrastruktur.

Anggota DPR RI fraksi Gerindra sekaligus Anggota Badan Anggaran DPR RI Bambang Haryo menilai langkah pemerintah tersebut kurang tepat. Menurut dia, pembangunan SDM harus dilakukan sebelum pembangunanni infrastruktur. Sehingga setelahnya, infrastruktur yang terbangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Saya heran, anggaran kita sekarang difokuskan untuk SDM, kenapa memang baru kita lakukan sekarang ya? SDM itu sebenarnya pemberdayaan atau peningkatan kompetensi harus dilakukan sebelum infrastruktur dibangun," ujar dia ketika melakukan rapat kerja dengan pemerintah di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/6/2019).

Baca juga: Indonesia Tiru Cara Australia untuk Bangun SDM

"Karena begitu dibangun sumber daya manusianya disemua bidang betul-betul bisa mengover hal-hal baru sehingga inline dengan infrastruktur yang dibangun, pembangunan ekonominua jadi bisa bisa dikejar," lanjut dia.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menjelaskan, dalam melakukan pembangunan, diperlukan keseimbangan dari tiga hal, yaitu kebutuhan fisik, SDM, dan perlindungan sosial.

Dengan keseimbangan tersebut, maka pembangunan ekonomi tidak hanya bisa tumbuh tinggi, tapi juga disertai dengan pemerataan.

"Betul masukan Pak Bambang kita bukan hanya membangun fisik tapi membangun SDM juga menjadi sangat penting untuk bisa maju ke depan," ujar Askolani.

"Jadi tidak bisa sekadar membangun tapi masyarakat tetap miskin atau membangun SDM tapi tidak ada infrastruktur," ucap dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X