Bertemu Putra Mahkota, Jokowi Pastikan BUMN Dukung Konstruksi di Arab Saudi

Kompas.com - 30/06/2019, 09:00 WIB
Presiden Jokowi di KTT G20, di Osaka, Jumat (28/6/2019). Biro pers setpresPresiden Jokowi di KTT G20, di Osaka, Jumat (28/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman, di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6/2019).

Sebagaimana dikutip dari laman Sekretaris Kabinet, Minggu (30/6/2019), dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal terkait dukungan Indonesia kepada Arab Saudi. Pertama, soal keinginan Indonesia untuk turut berpartisipasi dalam revolusi ekonomi untuk mencapai visi Saudi 2030. 

Saat ini Indonesia memiliki dua BUMN, yaitu Wijaya Karya dan Waskita Karya yang berpengalaman di bidang konstruksi dan properti. Bahkan, keduanya memiliki kantor perwakilan di Arab Saudi.

Baca juga: Kalahkan Apple, BUMN Arab Ini Jadi Perusahaan Pencetak Untung Terbesar di Dunia

“Saya sampaikan BUMN konstruksi Indonesia siap untuk mendukung pembangunan di sektor perumahan ataupun untuk konstruksi proyek-proyek NEOM,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dalam siaran pers, Minggu.

Selain itu, Jokowi juga menyampaikan minat Indonesia untuk terlibat dalam proyek sektor perkeretaapian Arab Saudi. Untuk itu, Presiden ingin agar tim dari kedua pihak bisa bertemu untuk membahas hal ini secara khusus. 

Isu lainnya yang diangkat Presiden Jokowi adalah kerja sama antara Pertamina dengan Aramco. Terkait hal ini, menteri luar negeri kedua negara telah membahasnya di Jeddah dan sepakat untuk mendorong pertemuan tingkat menteri kedua negara.

Baca juga: Untuk Keperluan Jamaah Haji, RI Ekspor 3 Kontainer Ikan Patin ke Arab Saudi

Sebagai tindak lanjutnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati telah melakukan pertemuan dengan Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih di sela-sela Pertemuan Menteri Energi G20, 16 Juni 2019 lalu di Jepang.

Pembahasan kerja sama diharapkan selesai pada bulan Oktober, sehingga kerjasama dapat segera dilakukan. Indonesia juga siap untuk mengirimkan tim untuk membahas kerja sama lain, misalnya di bidang petrokimia.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung rencana pembentukan Dewan Konsultasi Tingkat Tinggi yang diusulkan pihak Arab Saudi. Sebagai tindak lanjut dari keseriusan Indonesia, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah membahasnya dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf saat keduanya bertemu di sela-sela pertemuan OKI di Jeddah, 29 Mei 2019.

“Saya berharap pembentukan dewan tersebut dapat diresmikan bersamaan dengan kunjungan Yang Mulia ke Indonesia yang sempat tertunda,” kata Jokowi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X