Di KTT G20, Ini 5 Topik Ekonomi yang Dibahas Presiden Jokowi

Kompas.com - 30/06/2019, 11:01 WIB
Presiden Joko Widodo (depan, tiga kiri) melambaikan tangan saat berfoto bersama para pemimpin negara-negara peserta KTT G20 di Osaka Jepang, Jumat (28/06/2019). Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana mengikuti serangkaian acara KTT G20 dan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat pada 28-29 Juni di Osaka. ANTARA FOTO/REUTERS/KIM KYUNG-HOPresiden Joko Widodo (depan, tiga kiri) melambaikan tangan saat berfoto bersama para pemimpin negara-negara peserta KTT G20 di Osaka Jepang, Jumat (28/06/2019). Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana mengikuti serangkaian acara KTT G20 dan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara sahabat pada 28-29 Juni di Osaka.

Di bidang maritim, Presiden Jokowi memandang perlunya untuk memperluas interaksi bisnis dalam kerja sama maritim kedua negara. Hal ini dapat dimulai dari peningkatan interaksi antara pengusaha Aceh dan Andaman-Nicobar.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak India untuk berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur konektivitas di Sabang.

PM Modi pun menyambut baik kerja sama perdagangan dan investasi yang sudah mulai berlangsung antara Andaman/Nicobar dengan Aceh. Menurut Modi, kerja sama ini adalah kerjasama praktis yang menguntungkan kedua pihak.

4. Kerja sama industri strategis dan investasi dengan Korea Selatan

Jokowi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Dalam pertemuan itu, kedua kepala negara membahas tindak lanjut kunjungan Presiden RI ke Seoul pada bulan September tahun lalu.

Pembahasan seputar masalah kerja sama dalam konteks industri strategis, kemudian investasi-investasi Korea Selatan yang ada di Indonesia antara lain di bidang entertainment, di bidang garment dan sebagainya.

Selain itu, mereka juga membahas kesepakatan untuk segera menyelesaikan perundingan Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IKCEPA dan komitmen kedua kepala negara untuk menyelesaikan perundingan aset pada akhir tahun ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

5. Defisit dagang dengan China

Dalam pertemuannya dengan Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping, Presiden Jokowi membahas upaya untuk mengurangi defisit perdagangan antara Indonesia dengan China. Keduanya juga membahas impor China terhadap CPO Indonesia tahun lalu, yang sudah melampaui angka 1 juta ton.

Artinya, sudah lebih dari angka yang dijanjikan oleh Presiden Xi sebelumnya.

Xi pun berharap Indonesia kembali mengikuti Expo Export Import yang ada di Shanghai. Ia memastikan China akan memberikan perhatian yang khusus kepada Indonesia.

Baca juga: Fasilitasi Ekspor dan Impor, RI Sepakati Pertukaran Data dengan China

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.